Universitas Negeri Gorontalo
Ni Luh Putu Desi Parwati Penjual Buket di Kota Gorontalo, Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan
Saat ditemui TribunGorontalo.com, wanita akrab disapa Ni Luh ini tengah sibuk melayani pembeli di Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nilu-Putri-Siparwati.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Ni Luh Putu Desi Parwati (24) merupakan penjual buket di Kota Gorontalo.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, wanita akrab disapa Ni Luh ini tengah sibuk melayani pembeli di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), pada Selasa (25/2/2025).
Ni Luh tampak menawarkan buket untuk para mahasiswa yang diwisuda di kawasan auditorium UNG.
Ia mulai berjualan di tempat itu sekira pukul 07.00 WITA.
Ni Luh mengaku tinggal di perumahan Graha Misfalah, Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo.
Diceritakan Ni Luh, awal mula dirinya belajar pembuatan buket bersama teman-temannya.
"Awal jualan, saya masih ada rekan enam orang dan kami belajar buat buket bersama" bebernya.
Ia memanfaatkan platform YouTube untuk belajar pembuatan buket.
"Untuk belajar buat buket kami lihat tutorial di YouTube," ucap Ni Luh.
Ia tertarik karena menurutnya peluang usaha buket masih jarang ditekuni oleh masyarakat Gorontalo.
"Waktu masih kuliah, kan saya lihat masih sedikit yang jualan buket. Terus punya ide jualan buket, terlebih orang wisudah kan pasti carinya buket," jelas Ni Luh.
Baca juga: Profil Ridwan Yasin, Calon Bupati Gorontalo Utara yang Didiskualifikasi MK karena Status Terpidana
Di sisi lain, Ni Luh mengaku kesulitan mencari pekerjaan di Gorontalo.
"Waktu awal lulus kuliah kan masih susah cari kerja. Saya pun memiliki keperluan hidup, makanya saya berusaha untuk melanjutkan usaha buket saya saja agar bisa dapat penghasilan," tuturnya.
Adapun alat dan bahan pembuatan buket dipesan lewat toko online.
"Untuk bahan dan alat buat buket kami pesan di Shopee, supaya lebih murah, kan kalau di sini sedikit mahal," katanya.
Ia menjual buket mulai dari harga Rp 8.000 sesuai ukuran dan jenis buket.
Nilu membuat model-model buket yang menarik dari segi warna bunga, jenis snack, uang, hingga model boneka.
"Saat awal jualan buket, kami hanya terjual sampai 50 picis per harinya. Namun sekarang allhamdulilah sudah banyak langganan, dan bahkan bisa lebih dari 50 picis per hari," bebernya.
Adapun penggunaan kertas dekorasi (decorative paper) buket untuk hadiah disesuaikan keinginan pelanggan.
Ni Luh menyebut buket miliknya paling banyak dibeli oleh orang-orang terdekat.
"Biasa yang pesan ke saya itu orang terdekat, perayaan hari guru, hari wisudah, ulang tahun, hari ibu, dan hari-hari spesial lainnya," jelas Nilu.
Baca juga: Safrin Lamusrin Mahasiswa UNG Gorontalo Ungkap Tips Membagi Waktu Kuliah dan Berorganisasi
Ni Luh diketahui menjual berbagai jenis buket, mulai dari buket bunga, buket makanan ringan (snack), buket uang, serta buket boneka.
"Kalau untuk buket uang kami menggunakan uang asli, jarang untuk menggunakan uang palsu, kecuali ada customer yang request," tuturnya.
Omzet per bulan dari hasil penjualan buket ini mencapai Rp 6 jutaan.
"Kalau banyak yang terjual biasanya kami dapat untung sampai Rp 6 juta per bulannya," ungkapnya.
Seiring waktu, Ni Luh mulai mempekerjakan orang untuk membantu pembuatan buket.
Semua buket dibuat di rumah pribadi Ni Luh.
"Untuk saat ini saya ada dua karyawan yang turut bersama membuat buket ini. Kami sekarang buatnya hanya di rumah, belum punya toko sendiri. Nanti kalau ada yang pesan, kami buatkan," terangnya.
Berkat totalitasnya itu, Ni Luh kini memiliki pelanggan setia.
"Saya suka dengan rangkaian buket di sini karena rapi dan banyak pilihan warnanya," tukas Wina, pelanggan buket Ni Luh. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.