Jumat, 6 Maret 2026

Berita Gorontalo

Stok Ikan di Pelelangan Kota Gorontalo Menipis, Harganya Pun Melonjak

Standar harga yang lebih jelas akan memberikan kepastian bagi nelayan sekaligus meringankan beban konsumen di pasaran.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Stok Ikan di Pelelangan Kota Gorontalo Menipis, Harganya Pun Melonjak
FOTO: Moh Zulpama Hulopi
PELELANGAN IKAN - harga Ikan di Pelelangan Kota Gorontalo terjadi lonjakan, Jumat (14/2/2025). Lonjakan terjadi gara-gara stok menipis. 

Namun, menurut Sarlis, saat ini harga ikan cakalang dan deho atau tongkol sedikit lebih murah dibandingkan lajang.

Baca juga: Sepasang Pelajar di Lampung Digerebek Warga saat Lakukan Adegan Dewasa, Malamnya Langsung Dinikahkan

“Biasanya, harga lajang, cakalang, dan malalugis memang cenderung lebih tinggi dibandingkan ikan lainnya,” jelasnya.

Di tengah fluktuasi harga ikan yang terus terjadi, para nelayan mengeluhkan belum adanya standar harga yang ditetapkan pemerintah untuk ikan di pelelangan.

Selama ini, harga lebih banyak ditentukan oleh pabrik dan para pemilik kapal yang juga berperan sebagai penampung ikan.

“Dinas Perikanan yang menaungi nelayan belum pernah membahas soal standar harga ikan di pelelangan. Harga lebih banyak ditentukan oleh pabrik,” ungkap Sarlis.

Ia juga menyoroti perbedaan harga ikan antara Gorontalo dan daerah lain seperti Kalimantan dan Palu.

Menurutnya, harga ikan di Kalimantan lebih tinggi dibandingkan di Gorontalo, sehingga banyak ikan dari pelelangan dikirim ke sana.

Namun, pengiriman ini juga bergantung pada stabilitas harga di luar daerah.

“Sekarang banyak ikan dari pelelangan dikirim ke Kalimantan dan Palu karena harga di sana lebih tinggi. Namun, jika harga ikan di Gorontalo mahal sementara di sana turun, maka pengiriman ke luar daerah akan berkurang,” jelasnya.

Dengan kondisi harga ikan yang fluktuatif, para nelayan berharap pemerintah segera mengambil kebijakan yang bisa membantu stabilisasi harga.

Standar harga yang lebih jelas akan memberikan kepastian bagi nelayan sekaligus meringankan beban konsumen di pasaran.

“Kalau ada standar harga yang jelas, nelayan bisa lebih sejahtera dan konsumen juga tidak terlalu terbebani dengan harga yang tidak menentu,” pungkas Sarlis.(*)

Reporter: Moh Zulpama Hulopi, Mahasiswa Magang UNG/2025
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved