Berita Internasional
Gedung Putih 'Boikot' Jurnalis AP Setelah Menolak Perubahan Nama Teluk Meksiko
Presiden Donald Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengganti nama perairan tersebut menjadi “Teluk Amerika.”
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEDUNG-PUTIH-Baru-baru-ini-jurnalis-AP-diblokir.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gedung Putih melarang seorang wartawan Associated Press (AP) menghadiri acara di Oval Office pada Selasa (12/2/2025).
Hal itu terjadi setelah kantor berita itu menolak mengubah gaya penulisan terkait Teluk Meksiko.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengganti nama perairan tersebut menjadi “Teluk Amerika.”
Wartawan AP yang tidak disebutkan namanya mencoba memasuki acara tersebut seperti biasa, tetapi ditolak.
Kemudian, seorang jurnalis AP lainnya juga dilarang menghadiri acara malam di Ruang Diplomatik Gedung Putih.
Langkah ini dinilai sangat tidak biasa dan bisa berdampak pada kebebasan pers yang dijamin Konstitusi AS.
Julie Pace, Wakil Presiden Senior dan Pemimpin Redaksi AP, mengecam tindakan pemerintahan Trump tersebut.
“Ini sangat mengkhawatirkan bahwa pemerintahan Trump menghukum AP karena menjalankan jurnalisme independennya,” kata Pace dalam pernyataannya.
“Membatasi akses kami ke Oval Office berdasarkan konten pemberitaan tidak hanya menghambat akses publik terhadap berita yang independen, tetapi juga jelas-jelas melanggar Amandemen Pertama.”
Hingga saat ini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait larangan tersebut, dan tidak ada indikasi bahwa wartawan dari media lain mengalami hal serupa.
Trump sendiri memiliki hubungan yang tegang dengan pers, dan baru-baru ini pemerintahannya juga mengusir sejumlah organisasi berita dari ruang kantor Pentagon.
Trump pertama kali mengumumkan rencana mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” sebelum pelantikannya pada 20 Januari.
Ia menandatangani perintah eksekutif untuk perubahan nama tersebut segera setelah menjabat.
Presiden Meksiko menanggapi dengan sindiran, sementara para ahli mencatat bahwa perubahan ini kemungkinan tidak akan diakui secara global.
Selain Amerika Serikat, perairan tersebut juga berbatasan langsung dengan Meksiko dan telah dikenal sebagai Teluk Meksiko selama lebih dari 400 tahun.