Human Interest Story
Mengenal Suku Polahi di Hutan Boliyohuto yang Ikut Turun Bersama Tiga Warga Gorontalo Utara
Polahi adalah salah satu suku terasing yang masih hidup di pedalaman hutan Pulau Sulawesi. Keberadaan mereka berada di sekitar Gunung Boliyohuto.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mengenal-Suku-Polahi.jpg)
Dendi mengatakan ketika akan kembali turun, Sima ingin ikut dengan mereka, keluarganya pun mengizinkan Sima untuk ikut. Warga polahi sangat ramah dan baik-baik.
Diketahui Sima sudah akrab dengan mereka, karena dia selalu membawa beras sampai ke lokasi tujuan.
Akhirnya perjalanan pulang membutuhkan waktu 12 jam dari pegunungan Boliyohuto menuju ke Kecamatan Monano dengan berjalan kaki, karena motor mereka hanya terparkir di Desa Juriati Kecamatan Monano tepatnya di Hutan Tanaman Industri (HTI).
Setelah sampai di tempat parkiran motor, mereka pun singgah di Pantai Monano, Sima terkejut melihat air yang sangat luas, dan kaget bahwa air laut asin.
Hal tersebut ditanyakan kenapa airnya asin, siapa yang menaruh garam di sini, mereka bertiga pun tertawa karena Sima menanyakan hak tersebut.
Baca juga: Pantangan hingga Makna Warna Merah di Tahun Baru Imlek
Setelah itu mereka kembali ke Rumah yang ada di Desa Tolongio, banyak warga yang datang untuk melihat serta mengambil foto dan video, malamnya Sima di ajak ke kantor Bupati, dia pun kaget melihat banyak lampu-lampu.
"Sima terkejut melihat kantor Bupati, bahkan ketika masuk di Indomaret ia merasa takut karena akan terjepit di pintu kaca, setelah didalam dia pun merasa kedinginan, kami pun memberikannya roti," jelas dendi dengan senyum
Adapun kegiatannya di rumah hanya duduk. Sima memiliki Handphone Android yang baru dibeli lima hari lalu. Hanphone itu diperoleh dari jasa angkut barang yang selama ini dikumpulkannya.
Handphone Sima digunakan hanya untuk mendengar musik, karena ia tidak bisa membaca dan menulis.
"Setiap hari seperti itu jika ada kuota akan nonton video, jika tidak hanya putar musik seharian," ungkap Dendi. (*)