Human Interest Story
Mengenal Suku Polahi di Hutan Boliyohuto yang Ikut Turun Bersama Tiga Warga Gorontalo Utara
Polahi adalah salah satu suku terasing yang masih hidup di pedalaman hutan Pulau Sulawesi. Keberadaan mereka berada di sekitar Gunung Boliyohuto.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mengenal-Suku-Polahi.jpg)
Mereka juga tidak mengenal baca tulis serta menjadikan mereka suku yang tidak menganut agama.
Kini, walau belum menghafal sistem penanggalan modern dengan benar, Polahi di Hutan Humohulo setiap pekan turun ke pasar desa untuk menjual hasil kebun mereka dan berbelanja kebutuhan hidup mereka.
Bahkan, para Polahi kini menawarkan jasa sebagai buruh angkut barang para penambang yang melewati pemukiman mereka.
Setidaknya, Polahi kini sudah mengenal nilai tukar uang. Bahkan. anak-anak Polahi yang sudah dewasa kini sudah mahir menggunakan telepon seluler untuk komunikasi dengan warga lainnya.
Kondisi ini mengindikasikan sebenarnya Polahi bisa membuka diri dari sentuhan peradaban sosial.
Pendekatan dari pemerintah untuk membuat mereka mengenal agama dan pendidikan memerlukan kajian yang tepat agar penanganan kehidupan sosial mereka tepat sasaran.
Baca juga: Viral Detik-detik Pelakor Digerebek Warga, Panik hingga Sembunyi di Lemari
Pemerintah pernah menyediakan mereka lokasi Rumah Layak Huni (Mahayani) di Desa Bina Jaya dengan membangun sembilan rumah untuk mereka huni. Namun, Polahi lebih memilih kembali ke hutan.
Kebiasaan primitif yang hingga kini masih terus dipertahankan turunan Polahi adalah kawin dengan sesama saudara. Karena tidak mengenal agama dan pendidikan, anak seorang Polahi bisa kawin dengan ayahnya, ibu bisa kawin dengan anak lelakinya, serta adik kawin dengan kakaknya.
Selain di Paguyaman, suku Polahi juga bisa ditemui di daerah Suwawa dan Sumalata. Semuanya berada di sekitar Gunung Boliyohuto, Provinsi Gorontalo.
Suku Polahi Ikut Turun Bersama Warga Gorontalo Utara
Seperti yang terjadi baru-baru ini, Suku Polahi ikut dengan tiga warga Gorontalo Utara untuk melihat bagaimana suasana luar.
Salah satu warga Desa Tolongio Dendi Hemeto, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara membawa polahi ikut bersamanya.
"Awalnya kami pergi ke Boliyohuto Kabupaten Gorontalo untuk bekerja, kemudian ditengah perjalanan kami mendapati perkampungan polahi" ujar Dendi kepada TribunGorontalo.com
Polahi disana bekerja sebagai kijang atau pengangkut barang yang dibayar jasanya, kami melihat Polahi bernama Sima yang ikut membantu membawa beras menuju lokasi pekerjaan dengan bayaran Rp 10 ribu perkilo.
"Polahi disana pakaiannya sudah sama seperti kita," jelasnya.