Berita Nasional
Sekelompok Warga Indonesia Ditembak Aparat Malaysia, Satu Orang Tewas
Sekelompok WNI ini diduga ditembak oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat (24/1/20
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka.
Sekelompok WNI ini diduga ditembak oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat (24/1/2025).
Kejadian ini terjadi saat APMM berupaya menghentikan sejumlah WNI yang terindikasi mencoba keluar dari Malaysia secara ilegal.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur sudah memberikan keterangan resmi.
Menurut Kemenlu, APMM mengklaim bahwa penembakan dilakukan karena adanya perlawanan dari para WNI yang terlibat.
Pihak KBRI mengonfirmasi bahwa mereka telah meminta akses konsuler untuk menemui para korban dan memberikan bantuan medis serta hukum yang diperlukan.
Kemlu dan KBRI juga menegaskan komitmen mereka untuk terus memantau perkembangan penyelidikan ini.
Saat ini, pihak berwenang Malaysia tengah mengumpulkan data lebih lanjut mengenai identitas dan kondisi korban.
Sebagai respons resmi, KBRI akan mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia guna meminta penyelidikan menyeluruh terhadap kejadian tersebut.
Dalam nota itu, akan dipertanyakan kemungkinan adanya penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh APMM dalam insiden ini.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, juga mendesak pemerintah Malaysia untuk melakukan investigasi mendalam.
Ia meminta agar pihak yang terbukti melakukan tindak kekerasan tersebut diberikan sanksi tegas.
Kementerian P2MI memastikan bahwa mereka akan terus memberikan dukungan kepada keluarga korban, termasuk bantuan hukum serta proses pemulangan jenazah.
Selain itu, P2MI berencana untuk mengadakan pertemuan dengan pemerintah Malaysia guna membahas langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, terutama terkait perlakuan yang lebih manusiawi terhadap migran.
Dengan berbagai pihak yang terlibat, kasus ini menjadi perhatian besar dan diharapkan dapat diselesaikan dengan transparansi dan keadilan.
| Seluruh Perhiasan Ludes 17 Jam Digeledah Bareskrim Buntut Kasus Tambang Ilegal |
|
|---|
| Komisi V Minta Pemerintah Hentikan Ekspansi Minimarket, Minta Kopdes yang Diutamakan |
|
|---|
| Bareskrim Buru Ko Erwin, Bandar Narkoba yang Diduga Setor Miliaran ke Eks Kapolres AKBP Didik |
|
|---|
| Positif Narkoba, Istri Eks Kapolres Bima dan Aipda Dianita Direhabilitasi |
|
|---|
| Kepsek di Nias Diduga Kolusi dengan Suami dalam Kasus Dana BOS, Kerugian Negara Rp1,4 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dtykyuk.jpg)