Human Interest Story
Peluh Kesah Cerita Umar Hamka, Seorang Penjual Es Cendol di Gorontalo Utara
Warga Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara ini biasa mangkal di simpang empat Jalan Bypass, Desa Pontolo.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/zfdbsryjeyj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Umar Hamka (40), seorang penjual cendol di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Meskipun baru setahun lamanya Umar menjalankan usaha ini, namun Umar tak gentar dengan cobaan.
Warga Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara ini biasa mangkal di simpang empat Jalan Bypass, Desa Pontolo.
Sebelumnya, Umar pernah menjadi seorang penjual bakso saat dirinya berada di Manado, Sulawesi Utara.
Baca juga: Bakso Cup Milik Astuti Tomayahu Laku Keras di Kota Gorontalo, Omzet Belasan Juta Rupiah
Umar ingin melanjutkan pekerjaannya itu, namun sayangnya di Kabupaten Gorontalo Utara bahan pembuat bakso masih sangat jarang didapati.
"Sebenarnya saya akan membuka usaha bakso di sini cuman susah mencari bahan-bahan, berbeda jika di kota semua bahan lengkap," ujar Umar kepada TribunGorontalo.com, Jumat (24/1/2025).
Akhirnya usaha itu pun tutup dan digantikan dengan es cendol.
Usaha ini ditekuninya, lambat laun Umar dapat membeli sebuah gerobak yang dipakainya berjualan di pasar.
Baca juga: Herman Mansur, Penjahit di Pasar Sentral Kota Gorontalo Sering Pulang dengan Tangan Kosong
"Saya memilik dua gerobak, yang satunya sudah berada di pasar tidak dipindah-pindah lagi," ucap Umar.
Jika hari pasar, Umar akan berjualan di pasar sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00 Wita sedangkan gerobak es cendolnya yang berada di Jalan Bypass dikelola istrinya mulai pukul 09:00 hingga 16:00 Wita.
Umar memiliki empat orang anak, si sulung telah menyelesaikan studinya di salah satu Universitas di Manado.
Sedangkan ketiga lainnya masih berstatus pelajar.
Umar berharap anak-anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi dan bisa mengangkat derajat orang tuanya.
Baca juga: Kisah Rian Hippy di Gorontalo, Bertahan Jual Es Durian di Tengah Musim Pancaroba Demi Anak-anak
Hal ini lah yang membuat Umar tak gentar berjualan es cendol.
Walaupun sehari, Umar bisa mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu, namun itu tergantung pembeli dan tergantung cuaca.
Kata Umar, jika cuaca terik banyak pembeli tapi jika hujan Umar bahkan bisa tak membawa uang sepeserpun.
"Apalagi akhir-akhir ini diguyur hujan, minat orang beli es berkurang, jadi saya cepat pulang jika hujan turun," jelasnya.
Baca juga: Cerita Rahman di Gorontalo Utara, Tiap Hari Tempuh Jarak 34 Km Demi Jual Es Krim
Padahal harga es cendolnya hanya Rp 5 ribu dengan lokasi mangkal yang tidak susah buat dicari.
Disamping menjual es cendol, istri Umar pun ikut membantu menambah penghasilan suami dengan membuat kue.
Kue yang dibuat istrinya lalu akan dititipkan ke warung-warung, juga ke gerobak es cendol milik suaminya.
"Ini kue milik istri, ya buat tambah penghasilan," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.