Human Interest Story

Cerita Izrak Lahunga, Penjual Es Cendol di Pasar Gorontalo

Izrak Lahunga (53) warga Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Gorontalo, menjual es cendol.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
Izrak Lahunga, penjual es cendol 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Izrak Lahunga (53) warga Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Gorontalo, menjual es cendol.

Setiap hari ia berjualan dari pasar ke pasar demi membiayai pendidikan anak-anaknya.

Anak tertuanya kini kuliah di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Saat ditemui TribunGorontalo, Izrak saat itu sedang berjualan di pasar Minggu, Telaga pada Minggu (13/10/2024).

Meski diterpa terik matahari, Izrak sabar menunggu pembeli.

Peluhnya tergambar dari keringat membasahi wajah.

Izrak mengatakan dirinya mulai menjual es sejak 2018.

Awalnya ia berjualan es mambo. Kemudian beralih ke es cendol.

"Ini es cendol sudah sekitar tiga tahun lebih," ungkapnya.

Setiap hari Izrak membawa gerobak es dari rumahnya menuju pasar-pasar di Gorontalo.

"Pindah-pindah saya. Kalau hari Minggu di Telaga, hari Kamis di pasar Kampung Bugis, dan kadang di Pasar Andalas," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (13/10/2024).

Izrak berangkat dari rumah mulai pukul 08.00 Wita. Ia biasanya membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di tempat tujuan.

"Saya berangkat itu biasa setengah jam atau sejam di perjalanan, gerobak saya tarik menggunakan bentor saya," ucapnya.

Baca juga: Cerita Atika Zakaria, Sosok Remaja Gorontalo Lestarikan Budaya Karawo Lewat Buku

Izrak terkadang pulang pukul 12.00-13.00 Wita.

Selain berjualan, ia juga sering membawa bentor untuk menambah pendapatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved