Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

Andu Lihawa, Pria Paruh Baya di Gorontalo Utara Tinggali Rumah Semi permanen, Tak Ada Jamban dan Air

Andu dan Oci saat ini hanya memerlukan jamban dan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Andu Lihawa, Pria Paruh Baya di Gorontalo Utara Tinggali Rumah Semi permanen, Tak Ada Jamban dan Air
TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin
Andu Lihawa dan Oci Rajak dirumahnya Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Kamis (23/1/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo --  Andi Lihawa (65) seorang pria paruh baya tinggal di rumah semi permanen.

Dia tinggal tak hanya sendiri melainkan bersama sang istri Oci Rajak (55) dan empat orang cucunya.

Mereka tinggal di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Cerita Sudarmaji Pensiunan TNI Penjaga Taman Makam Pahlawan Gorontalo Sejak 1990

Anak-anak Andu dan Oci telah memiliki keluarga, sehingga cucunya di titipkan ke mereka berdua.

Walaupun tinggal di rumah semi permanen, Andu bersama keluarganya nampak bahagia.

Canda tawa selalu menghiasi keluarga ini walaupun rumah mereka tak memiliki dapur dan jendela yang hanya ditampal dengan tripleks.

Rumah ini pun sebenarnya bukan rumah mereka, hanya pemberian dari seorang polisi yang saat itu bertugas di Gorontalo Utara.

Andu menceritakan rumah miliknya sebenarnya lebih memprihatinkan.

Baca juga: Cerita Ramdan Usman, Seorang Remaja di Gorontalo Utara yang Gemar Melaut

Bahkan tak layak untuk ditinggali, namun berkat polisi tersebut, rumah mereka sudah bisa ditinggali.

"Rumah kami pertama dindingnya hanya anyaman bambu dan lantainya dari tanah dan bekas aspal, kemudian ada polisi yang datang melihat rumah yang sudah tidak layak, diberikan bantuan berupa bahan makanan, kemudian diberikan lagi bahan-bahan untuk rumah," ujar Andu kepada TribunGorontalo.com Kamis (23/1/2025).

Dengan bantuan tersebut Andu dan istrinya merasa bersyukur dan senang bisa mendapatkan bantuan rumah semi permanen.

Karena usianya yang renta dan kondisi tubuh yang melemah, Andu tidak memiliki pekerjaan tetap.

Dia hanya bekerja sebagai buruh tani di salah satu kebun dekat rumah.

Jadi, Andu hanya bekerja jika ada panggilan kerja.

Baca juga: Cerita Rahman di Gorontalo Utara, Tiap Hari Tempuh Jarak 34 Km Demi Jual Es Krim

Jika lagi musim panen jagung, Oci sang istri akan mengambil kesempatan tersebut untuk bekerja mengupas jagung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved