Berita Gorontalo

Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango Diprediksi Alami Curah Hujan Tertinggi

Fenomena ini membuat curah hujan meningkat lebih tinggi dari biasanya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kondisi cuaca di Gorontalo belum termasuk

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
mercurynews.com
Ilustrasi Hujan -- 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango diprakirakan akan menjadi daerah dengan curah hujan tertinggi di Provinsi Gorontalo selama musim hujan tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Mulyadi Kaini, Forcester Stasiun Klimatologi Gorontalo, saat ditemui di kantornya siang tadi.

"Peluang curah hujan tertinggi itu ada di dua wilayah, yakni Gorontalo Utara dan Bone Bolango," ujarnya.

Menurut Mulyadi, saat ini Provinsi Gorontalo masih berada dalam musim hujan dan sedang mengalami fenomena La Nina.

Fenomena ini membuat curah hujan meningkat lebih tinggi dari biasanya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kondisi cuaca di Gorontalo belum termasuk dalam kategori ekstrem.

"Sebenarnya sekarang Gorontalo tidak mengalami cuaca ekstrem, hanya saja kita masih dalam musim hujan, dan bulan ini merupakan puncak dari musim hujan," jelasnya.

Ia memperkirakan musim hujan di Gorontalo akan berlangsung hingga Juni 2025, sementara musim kemarau diprediksi mulai pada bulan Juli.

"Musim kemarau akan berlangsung di bulan Juli," tambahnya.

Potensi Banjir di Wilayah Rawan

Curah hujan yang tinggi ini diprediksi dapat memicu potensi banjir, terutama di wilayah Gorontalo Utara dan Bone Bolango.

Berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi Gorontalo, kedua wilayah ini mencatat intensitas curah hujan yang signifikan.

"Ketika banyak curah hujan terjadi, itu akan menyebabkan banyak potensi banjir," ujar Mulyadi.

Analisis curah hujan dilakukan berdasarkan laporan dari 68 pos hujan yang tersebar di seluruh wilayah Gorontalo. Pos-pos hujan ini setiap harinya mengirimkan data tentang curah hujan yang terjadi dalam 24 jam.

"Setiap pos hujan setiap hari memberikan informasi tentang curah hujan yang terjadi dalam satu hari," jelasnya.

Data tersebut kemudian diolah berdasarkan periode dasarian, yaitu rentang waktu 10 hari. Dasarian pertama mencakup tanggal 1 hingga 10, dasarian kedua tanggal 11 hingga 20, dan seterusnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved