Anak Bos Bunuh Satpam
9 Fakta Anak Majikan Bunuh Satpam, Kronologi hingga Isi Percakapan Terakhir
Abraham Michael, anak bos rental dan pengecara diduga membunuh seorang satpam keluarganya. Tersangka Abraham Michael disebut tersinggung karena dilapo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abraham-Michael-terduga-pelaku-pembunuhan-satpam-di-Lawang-Gintung-88888.jpg)
Adapun gelagat aneh yang dimaksud, yaitu dirinya justru meminta asisten rumah tangga (ART) di kediamannya untuk pulang kampung.
“Jadi di rumah itu ada ibunya, dua ART, dan drivernya. ART-nya malah disuruh pulang ke Jawa oleh si majikan yang diduga membunuh satpam itu,” kata Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Maman Firmansyah.
Keanehan lain juga dilakukan Abraham ketika dirinya justru tidak melarikan diri.
Bahkan, ia rela diantar ibunya untuk diserahkan langsung ke pihak kepolisian.
“Terduga pelakunya itu inisialnya A. Dia tidak kabur. Malah dia diantar oleh ibunya ke luar rumah untuk diserahkan ke kami (polisi). Saat ini sudah di Polresta sedang dimintai keterangan,” ujarnya.
Terkait insiden pembunuhan, Maman mengatakan, seluruh orang yang berada di dalam rumah mewah tersebut tidak melihatnya secara langsung.
Mereka, kata Maman, hanya mendengar suara benturan saja. Maman menuturkan seluruh orang di rumah tersebut hanya tahu bahwa jasad korban berada di ruang satpam.
“Mereka tahu korban (satpam) sudah tewas di ruangan satpamnya,” ungkapnya.
6. Sosok Korban Dikenal Pendiam
Satpam yang diduga dibunuh oleh anak majikannya ini, bernama Septian yang berusia 37 tahun. Ia bukan berasal dari Kota Bogor.
Septian merupakan pria kelahiran 1988.
Hal tersebut, disampaikan oleh Kapolsek Bogor Selatan Kompol Maman Firmansyah, Jumat.
“Korban laki-laki kelahiran 1988. Dari namanya Septian asal Pelabuhan Ratu Sukabumi. Dia sekuriti yang jaga malam hari,” katanya.
Warga sekitar, ibu Mamah (46), mengungkap keseharian Septian. Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam.
“Dia mah pendiam orangnya. Tapi, ya sesekali ngobrol sama saya juga,” kata Ibu Mamah di depan lokasi.
Menurutnya, Septian juga sering membeli kopi ke Ibu Mamah.
“Saya kan ini ngewarung. Kang Septian itu nongkrong di warung saya juga gitu. Ya lumayan sering lah,” ceritanya.
Namun, semenjak bekerja di rumah mewah itu, Septian jarang pulang ke rumahnya.
“Dia kan aslinya orang Pelabuhan Ratu. Jadi, dia pulang ke rumahnya setau saya sih sebulan sekali gitu,” kata Mamah.
Septian disebut sudah kerja di rumah mewah ini lebih dari dua tahun.
7. Tersangka Diantar Orang Tua ke Kantor Polisi
Korban yang bernama Septian (37) ini tewas setelah mendapatkan luka di bagian dada dan di kepala.
"Tadi ada kejadian tindak pidana diduga pembunuhan yang terjadi di bogor selatan kurang lebih 04.30 WIB,"
"Tadi pagi ada dari pihak keluarga korban ke polsek dan dari polsek langsung cek TKP," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo.
Usai melakukan pembunuhan, pelaku diantar ibunya sendiri untuk menyerahkan diri ke polisi.
“Terduga pelakunya itu inisialnya A. Dia tidak kabur,"
"Malah dia diantar oleh ibunya ke luar rumah untuk diserahkan ke kami (polisi),"
"Saat ini sudah di Polresta sedang dimintai keterangan,” ujar Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Maman Firmansyah.
Maman menuturkan, ternyata keluarga pelaku ini bukan orang biasa.
Rumahnya megah dan punya usaha rental mobil hingga kantor pengacara.
"Jadi bukan tempat tinggal saja. Ada rental sampai kantor pengacara,"
"Tapi, awamnya ini orang menyebut lokasi itu adalah rental mobil," ujar Maman, dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Rental mobil di rumah tersebut bernama PT La Duta Car Rental.
"Terkenalnya seperti itu (rental)," ujarnya.
Sementara kantor pengacara yang berada di rumah tersebut merupakan tempat kerja dari ibu A.
"Memang si ibunya A ini adalah pengacara. Ibu Farida Felix," ujarnya Maman.
8. Isi Percakapan Terakhir Satpam Rumah Mewah
Dewi (47), istri satpam rumah mewah di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menceritakan percakapan terakhir dengan suaminya.
Almarhum telah dimakamkan di TPU Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2025).
Sang istri pun tak menyangka, suaminya meninggal dunia dibunuh anak majikan tempat bekerja.
Ia menceritakan, terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada Kamis (16/1/2025) malam atau malam Jumat.
Saat itu, korban sempat menanyakan kabar anaknya. Kemudian, sang suami curhat soal perilaku majikannya.
"Komunikasi sama almarhum malam Jumat kalau gak salah, pas hari kamis nelpon ke rumah nanyain kabar anak, biasa pas malamnya ngechat, aku habis sama anak majikan berantem, si ibu mau dicekik itu saya lerai, itu majikan sama anaknnya mau dicekik, dipisahlah sama suami, dari situ gak ada kabar lagi sampai pagi," kata Dewi kepada awak media di lokasi pemakaman, Sabtu (18/1/2025), dilansir TribunJabar.id.
Dewi menyebut, selain bercerita soal pertengkaran dengan anak majikan di tempatnya bekerja, Septian pernah menceritakan bahwa kerap telat menerima gaji.
"Gak ada curhat, cuman kerja di situ katanya gaji suka telat, majikan suka marah marah gak jelas, kata saya pindah lagi aja, tanggung nanti saya habis lebaran katanya, gak ada (cerita, red) anaknya begini, ibunya begini, gak ada, hanya (cerita) soal gaji aja sering telat," kata Dewi.
Lebih lanjut, Dewi mengatakan, ia baru mendapatkan kabar bahwa suaminya sudah meninggal dunia pada Jumat siang.
"Setelah itu tidak ada kabar, sampai dapat kabar Jumat siang setengah dua belas dari adik, dari pak Sekdes, bahwa ada orang Palabuhanratu yang dibunuh posisinya security di Tajur, kan dilihatin itu SIM, oh iya itu suami saya, kata sekdes itu dibunuh sama anak majikan," ucap Dewi.
Menurutnya, suaminya baru bekerja sekitar 5 bulan di rumah mewah tersebut.
Dewi juga menceritakan, ia dan suaminya sudah menikah selama 7 tahun.
Di mata Dewi, Septian merupakan sosok penyayang dan sangat bertanggung jawab terhadap keluarga.
"Ya Allah orangnya penyayang, baik, tanggung jawab kepada keluarga, gak pernah neko neko orangnya, sama anak-anak juga, selalu mementingkan anak-anak dari pada kita orang tuanya," jelasnya.
Terkait kejadian yang menimpa suaminya ini, Dewi berharap keadilan.
"Ya Allah, banget kehilangan, mana anak saya masih kecil, ya Allah ya rob."
"Harapan saya pengen keadilan, dihukum seberat beratnya, saya gak ikut pemakaman, gak kuat lemas, firasat gak ada, cuman pas malam anak saya nangis, setengah 2 malam Jumat, nangis ngejerit, katanya lihat hantu di pojokan lemari, saya tenangin tidur lagi, saya tidur paginya gak ada firasat apa apa, tahu-tahu dapat kabar suami meninggal dunia, aslinya Tangerang sudah domisili di sini (Sukabumi)," ungkap Dewi.
9. Sosok Farida Felix, Ibu Tersangka
Farida Felix merupakan pengacara dan juga pengusaha.
Wanita asal Medan, Sumatra Utara itu adalah lulusan Universitas Indonesia.
Farida Felix mendirikan firma hukum bernama Law Firm Berlin Felix & Partner.
Rumah yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan itu juga sebagai kantor Farida Felix.
Selain itu, rupanya keluarga Abraham Michael membuka bisnis rental bernama PT La Dipta Duta di rumah tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anak Bos Rental Bunuh Satpam, Gara-gara Laporan ke Majikan Kerap Pulang Larut Malam
| Damkar Gorontalo Ungkap Kronologi Penanganan Kebakaran Rumah di Ipilo |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio Besok Sabtu 7 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|
| Malam Nuzulul Quran, Ini 3 Amalan Utama untuk Meraih Keberkahan |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Identitas Penambang Pohuwato yang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas, Keluarga Curiga? |
|
|---|