Dugaan Pungli di SMA Gorontalo

Kepsek SMAN 1 Botumoito Dituding Selewengkan Dana BOS, Dikbud Gorontalo Pasang Badan: Tidak Benar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo 'pasang badan' terhadap polemik kepala sekolah SMAN 1 Botumoito, Kabupaten Boalemo.

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/herjianto
Pihak Dikbud Provinsi Gorontalo menanggapi pelaporan guru terhadap kepsek SMAN 1 Botumoito, Kabupaten Boalemo, Kamis (9/1/2025). 

Sementara itu, mengenai dugaan penyelewengan dana BOS mencuat dalam dua tahun terakhir. Pihak sekolah dinilai tidak transparansi soal alokasi anggaran.

Ia mengungkapkan, antara tahun 2023 - 2024 tidak ada lagi pembahasan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Padahal harusnya, RKAS itu harus dilakukan pihak sekolah, khususnya ketika dana BOS itu dicairkan.

"Nah selama dua tahun ini itu tidak pernah ada rapat RKAS, dan di situlah dugaan terjadinya penyelewengan, karena ketiadaan transparansi," ungkapnya.

Ia menambahkan, dari 427 siswa masing-masing mendapatkan Rp 1.600.000.

Jika ditotal, dana BOS yang diterima di sekolah itu berkisar Rp 600 juta lebih.

 

"Jadi jika siswa yang saat ini di sekolah tersebut 427 orang dikali Rp 1,6 juta, berarti ada sekitar kurang lebih Rp 600 juta lebih," pungkasnya.

Kata Ali, pihaknya juga akan melaporkan dugaan penyelewengan dana ini ke Polres Boalemo.

"Kami juga akan mengadukan perkara ini di Polres Boalemo di Unit Tipikor," tandasnya. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved