Human Interest Story

Demi Hidupi Keluarga, Penjual Martabak di Gorontalo Utara Ini Rela Tempuh Jarak 59 Km Tiap Hari

Sehingga setiap hari, Yusuf rela menempuh perjalanan 59 Kilometer (KM) dengan waktu tempuh sekira 1,5 jam dari rumah menuju lapak tempat dia berjualan

Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin
Yusuf Lahay sedang menjual martabak terang bulannya di Depan Kompi 715, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (8/1/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara -- Yusuf Lahay (54) merupakan seorang penjual martabak di Gorontalo Utara.

Setiap hari, Yusuf berjualan mulai pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita dengan harga martabaknya berkisar antara Rp 15 - 25 ribu.

Yusuf tinggal di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Sedangkan lapak dia berjualan martabak berada di depan Kompi 715, Kecamatan Anggrek, kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Perbaiki 6 Ruas jalan di Kota Gorontalo, Pemkot Siapkan Dana Rp 12,2 M, Cek Jalan Apa Sajakah Itu

Sehingga setiap hari, Yusuf rela menempuh perjalanan 59 Kilometer (KM) dengan waktu tempuh sekira 1,5 jam dari rumah menuju lapak tempat dia berjualan.

Bukan usaha yang mudah ditekuni Yusuf.

Walaupun dirinya rela jauh-jauh dari Kabupaten Gorontalo menuju Gorontalo Utara, kadang jualannya tidak laris.

"Jika ramai maka pendapatan per malamnya sampai Rp 600 Ribu, jika sunyi apalagi cuaca hujan tentu pendapatan menurun sampai Rp 200 ribu," ungkap Yusuf kepada TribunGorontalo.com Rabu (8/1/2025) malam.

Untuk menambah pendapatan, Yusuf pun membuka cabang baru di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada tahun 2020.

Cabang martabak milik Yusuf di Kwandang pun dijaga oleh istrinya.

Baca juga: Keluhan Siswa Gorontalo soal Menu Makan Bergizi Gratis, Ada yang Tak Suka Susu dan Sayuran

Yusuf tidak berjualan sendiri, kadang apabila hari libur akan dibantu oleh putrinya jika pembeli sedang ramai.

Asam manisnya bekerja sudah dirasakan Yusuf saat menjalankan pekerjaan ini.

Yusuf mengatakan dulunya dia berjualan di Kota Gorontalo, namun lapak martabak milik Yusuf digusur karena saat itu akan dibangun sebuah minimarket.

Sehingga mau tak mau, Yusuf harus mencari tempat strategis yang baru.

Selain itu, dirinya hanya mengandalkan motor tua untuk mengangkut bahan-bahan martabak dari rumahnya menuju ke lapak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved