UMP Gorontalo 2025
Daftar UMP Gorontalo Sejak 2005 hingga 2025, Konsisten Meningkat Tiap Tahun
Sejak tahun 2005, UMP Gorontalo terus bertambah jumlahnya, baik pendapatan per hari maupun bulan.
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Upah minimum provinsi (UMP) Gorontalo konsisten meningkat setiap tahun.
Sejak 2005, UMP Gorontalo terus bertambah jumlahnya, baik pendapatan per hari maupun bulan.
Kini UMP Gorontalo dipastikan kembali meningkat di awal tahun 2025.
Sebelumnya diketahui, Presiden Prabowo Subianto menaikkan upah minimum provinsi (UMP) rata-rata nasional untuk tahun 2025 sebesar 6,5 persen.
Keputusan ini diambil Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Negara dengan sejumlah menteri, Jumat (29/11) sore.
Kenaikan upah minimum rata-rata nasional tahun depan ini lebih tinggi dari usulan Menteri Ketenagakerjaan sebesar 6 persen.
"Menaker (Menteri Ketenagakerjaan Yassierli) mengusulkan kenaikan upah minimum 6 persen. Namun setelah membahas juga dan laksanakan pertemuan dengan pimpinan buruh kita ambil keputusan menaikkan rata-rata upah minimum nasional 2025 6,5 persen," ujar Prabowo usai menggelar rapat terbatas bersama menteri terkait di Kantor Presiden, Jumat (29/11).
Baca juga: 3 Petahana Calon Kepala Daerah di Gorontalo Kalah Pilkada 2024, Ada Paslon Gugat ke MK
Adapun peningkatan UMP Gorontalo 2025 berdasarkan Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 482/34/XII/2024 Tentang Penetapan UMP Gorontalo Tahun 2025.
Keputusan tersebut ditetapkan pada 10 Desember 2024 yang dibubuhi tanda tangan elektronik oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin.
Penetapan UMP mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Nomor 168/PUU-XXI/2023 mengenai uji materi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang yang dilakukan penyesuaian Upah Minimum Provinsi Gorontalo Tahun 2025.
Melansir dari Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, berikut daftar UMP Gorontalo sejak 2005.
| TAHUN | UMP/HARI | UMP/BULAN |
| 2005 | 17. 400 | 435.000 |
| 2006 | 21. 080 | 527.000 |
| 2007 | 22. 400 | 560.000 |
| 2008 | 24. 000 | 600.000 |
| 2009 | 27. 000 | 675.000 |
| 2010 | 28. 400 | 710.000 |
| 2011 | 30 500 | 762.500 |
| 2012 | 33 500 | 837.500 |
| 2013 | 47 000 | 1.175 000 |
| 2014 | 53 000 | 1 325 000 |
| 2015 | 64 000 | 1.600 000 |
| 2016 | 75 000 | 1.875 000 |
| 2017 | 81 200 | 2. 030 000 |
| 2018 | 88 273 | 2.206 813 |
| 2019 | - | 2.384 020 |
| 2020 | - | 2 788 826 |
| 2021 | - | 2 586 900 |
| 2022 | - | 2 800 850 |
| 2023 | - | 2 989 350 |
| 2024 | - | 3.025.100 |
| 2025 | - | 3.221.731 |
Apakah semua perusahaan wajib menerapkan UMP?
Penyidik Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, Yodi Panto Biludi, menjelaskan bahwa kewajiban membayar UMP hanya berlaku bagi perusahaan berskala menengah dan besar.
Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, khususnya pada Bab Ketenagakerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UMP-Gorontalo-relatif-meningkat.jpg)