Berita Kabupaten Gorontalo
Pihak RSUD MM Dunda Limboto Gorontalo Ungkap Penanganan Melanda Uno, Bantah Telantarkan Pasien
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M.M Dunda Limboto buka suara soal pasien meninggal dunia.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-RSUD-Dr-MM-Dunda-Limboto-Gorontalo.jpg)
“Sekitar jam 11 malam, pihak rumah sakit meminta kami untuk mencari donor darah. Mereka menyebutkan butuh 8 hingga 10 kantong darah,” kata Hadijah saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui panggilan telepon, Sabtu (30/11).
Keluarga berhasil mendapatkan dua kantong darah malam itu.
Namun, perawat bersikeras bahwa transfusi hanya bisa dilakukan jika tersedia delapan kantong darah sekaligus.
“Keesokan harinya, ketika kondisi Melanda sudah kritis, tiba-tiba mereka mengizinkan dua kantong darah itu digunakan. Tapi, saat darah tiba di rumah sakit, nyawa keponakan saya sudah tidak bisa diselamatkan,” tutur Hadijah.
Menurut Hadijah, prosedur yang berubah-ubah tersebut menjadi alasan utama kekecewaan keluarganya.
Jikalau sedari awal dua kantong darah diperbolehkan untuk digunakan, mereka yakin Melanda mungkin bisa tertolong.
“Kami paham ini sudah takdir, tapi cara mereka menangani situasi ini sangat mengecewakan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” tandasnya.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa hingga Info Menarik Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Tribun Gorontalo