Tribun Podcast
CEO Trans Continent Akan Investasi Pengolahan Turunan Kelapa Hingga Penggemukan Sapi di Gorontalo
CEO Trans Continent Ismail Rasyid berencana akan menamba insvestasi bidang pertanian yakni pengolahan turunan kelapa dan penggemukan sapi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CEO-Trans-Continent-Ismail-Rasyid-88888999.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - CEO Trans Continent Ismail Rasyid berencana akan menamba insvestasi bidang pertanian yakni pengolahan turunan kelapa dan penggemukan sapi.
Hasl ini diungkapkan CEO Trans Continent Ismail Rasyid saat hadir dalam Tribun Podcast di TribunGorontalo.com pada Jumat (22/11/2024).
Podcast tersebuf dipandu Manager Content TribunGorontalo.com, Manajer Konten TribunGorontalo.com
Berikut wawancara eksklusif Tribun Gorontalo dengan CEO Trans Continent Ismail Rasyid (IR) :
Tribun: Untuk di Gorontalo, apa yang sudah berjalan dari perusahaan ini?
IR: Gorontalo sekarang kita sudah beroperasi dari tahun lalu tapi untuk lokasi kita membutuhkan sekarang kita di Sulawesi ini, ada di Bitung Manado
Dulu kami sewa dalam pelabuhan kerjasama dengan Pelindo untuk distribusi ke Halamahera, ke beberapa tujuan lain termasuk Davao, Filipina.
Seiring berjalan waktu kita ada rezeki, kita lihat bisa harus melakukan efisiensi kami beli tanah kebetulan di waktu itu belum KEK, nah Kami sekarang dalam kawasan KEK.
Ya kita akan terus di situ di Bitung jadi kita bisa menekan kos jadi ada daya saing dengan kompetitor.
Kita juga ada kantor di depan Airport Manado, kotanya kita ada tanah satu hektar lebih di situ.
Nah sekarang setelah itu kita bekerja untuk Bolmong, eh beberapa kondisi di situ.
Kemudian kita lihat Gorontalo ini ya karena Gorontalo Kami sekarang ada connecting dengan Palu gitu ya dengan Morowali dengan Makassar jadi Makassar kita sudah bangun cuman Makassar saya masih kerja sama dengan partner kita sewa tempatnya kita bangun kantor, kita kirim orang.
Nah Gorontalo ini saya melihat yang pertama tadi eh potensi selain di utama yang masih besar khususnya komoditi pertanian perikanan perkebunan.
Ya seperti ini pisang saya melihat pisangnya cukup bagus, sangat potensi.
Kedua kopra ya kopra ini juga sampai pabrik, VCO macam-macam ya saya lihat juga eh ikan ikan baik yang kualitas ekspor maupun kualitas yang konsumsi sehari-hari cukup bagus.
Kemudian juga saya lihat kopra ini yang sangat yang sangat challenge, bisa lihat ya dia mulai dari lidinya bisa dipakai turunan namun ya batok kelapanya sampai dengan yang butiran, limbahnya itu bisa diolah.
Tapi sekarang yang sangat potensial adalah untuk charcoalnya charcoal ini kan kalau di pertambangan mereka dipakai juga namanya karbon aktif itu diolah lebih tinggi lagi kelasnya dibandingkan dengan charcoal yang untuk barbeque permintaan ke luar negeri.
Pabrik yang sekarang yang ada di Jawa itu loh materialnya kurang sehingga produksinya kan kurang bersaing tapi masih bisa hidup nah teman saya punya satu pabrik dia di Bogor, dia beli tempurung itu dari dia dari mana-mana dibawa nih saya sebagai orang logistik bisa ngebayang
Jadi di lokasi kita bawa pabrik itu ke dekat material otomatis kan karena investasi ini investasi middle bukan investasi yang sangat high teknologi itu salah satu potensi yang kami lihat di sini.
Utama saya adalah supplication logistik jadi kuli angkut jadi mengangkut apa aja secara regulasi karena kita angkut sekarang alat-alat berat yang untuk untuk semua lah. baik itu seperti untuk energi, pertambangan dan lain sebaginya.
Tribun: semuanya distribusi melalui udara, laut dan darat?
IR: Kita sesuai dengan moda transport yang kita butuhkan ya di samping itu kami juga punya izin untuk mengangkut bahan B3 artinya seperti itu ya kemudian juga kita punya izin untuk mengangkut bahan peledak untuk komersil ya komersial dan ini kan kita bisa satu umbrella.
Izin ini semua terintegrasi karena harus kita lengkapin ya harus dengan lingkungan masyarakat kemudian barang itu sendiri.
Kita punya orang yang sangat kompeten orang-orang kita kita latih untuk sehingga kita lihat dari segala pertimbangan ini kembali bahwa distribution itu, kita perlukan supaya mudah kita pola yang berikutnya dari hub distribution ini berkaitan dengan barang-barang impor dan tujuan ekspor kita akan laksanakan untuk pembukaan apa yang bisa didapat.
Jadi pusat logistik berikat itu statusnya sedikit di bawah gudang berikat ada satu kawasan yang mendapatkan fasilitas dari bea cukai, kita mendapatkan dengan luas tertentu kita mendapatin fasilitas.
Misalnya gini kalau sekarang barang dari luar negeri mau masuk ke sini enggak bisa dikirim langsung karena tidak ada tempat penimbunan yang diawasi oleh dia itu kayak ya sehingga dengan memberikan ini industri-industri yang ada di sini project-proyek yang ada mereka bisa memasukkan barang itu lebih awal
Kenapa lebih awal karena kadang-kadang dalam negeri ini kan memeskan kapal dengan jadwal itu kan sulit sehingga barang ini kadang-kadang mau dikirim lebih cepat enggak ada tempat penampungan dikirim lambat enggak nyampe project-nya delay sehingga dengan kondisi ini kita hanya sediakan tempatnya nih. Kita lapor ke bea cukai kita bertanggung jawab penuh terhadap barang-barang yang di Gorontalo.
Tribun: Nanti Gorontalo rencananya akan begitu (pusat logistik berikat)?
IR: itu salah satu bisnis yang akan kita lakukan kami, kemarin sudah sempat juga ngobrol-ngobrol dengan Pak Pj Gub, nah dan beliau memahami tentang kondisi ini dan saya pikir ini adalah satu support baru buat kami karena memang itu bisnis kan saya lama di Batam. Batam itu kan kawasan bebas nah kawasan bebas tuh lebih luas lainnya jadi kalau ini nanti ada barang dari luar negeri. masuk ke Surabaya atau Jakarta enggak perlu dikirim, bisa bisa angkut terus ke tujuan tempat kita. Sampai ke sini, kita belum bayar masih ditangguhkan.
Jadi pajak impor biaya masuk dan lain-lain karena pemerintah memberikan kelonggaran apabila nanti barang itu enggak dipakai mau dikirim ulang lagi kan dia enggak rugi.
Pada saat barang ini ada di sini ternyata dibutuhkan oleh industri atau industri menyimpan sementara atau impor dari sini nah otomatis multi effect nya besar kan.
Pengelola ini kan membutuhkan tenaga kerja kemudian juga kemudahan bagi orang lain termasuk juga untuk tujuan ekspor.
Ekspornya sudah bisa dari situ, barang masuk dibuat di dari situ keluarnya dari situ jadi otomatis keunggulannya itu akan tercatat banyak maka IADI-nya dari pemerintah pusat akan kembali ke sini.
Jadi isentif daerah akan kembali ke sini, karena produk masyarakat yang dihasilkan dari masyarakat di Gorontalo ini gak akan lari.
Tribun: Investasinya akan terus bertambah ya di Gorontalo?
IR: kami lakukan tapi ini Insya Allah dari kita melihat bagaimana perkembangan di lapangan nah ini kan berarti kita merencanakan arang tempurung kan tadi memang targetnya untuk ekspor, konsumsi dalam negeri kan ga seberapa.
Tribun: Kebutuhan di Gorontalo ini cukup besar juga?
IR: saya melihat saya sudah keliling kebetulan kemarin sempat komunikasi dengan Dinas pertanian Alhamdulillah saya dibantu untuk melakukan survei dua kali saya survei ke dalam wilayah di Gorontalo Ini sentra-sentra kelapa cukup besar.
Terutama nih yang masih terbuang tempurungnya sudah terpakai tetapi harganya masih okelah.
ya tapi untuk khususnya kayak cocofiber, cocofiber untuk turunan selanjutnya itu masih besar sekali.
Karena itu memang limbah itu ya sabut itu kan jadi sekarang untuk seperti industri otomobil di luar negeri itu mereka memakai coco fiber itu serat dari kelapa itu untuk sadel mobil, sofa. Itu saya liat peluang yang bagus sekalian dengan ngolahnya.
Tribun: Soal Pengemukan Sapi?
IR: Saat ini Pemerintah Pemprov sudah mengajukannya itu, kami diskusikan dengan beberapa ahli dari sisi lain bahwa Saya melihat juga Gorontalo ini hampir setiap bulan mengirimkan sapi ke Kalimantan terutama dan itu pakai kapalnya tol laut ya Jadi kalau enggak salah di Kwandang.
Nah informasinya ini permintaan masih tinggi tapi demand-nya tinggi namun supply-nya belum berimbang kadang-kadang turun dan kami melihat ee Ini peluang yang bagus karena ngobrol-ngobrol kemarin kita lihat beberapa kajian dan lebih visible dijalankan kita mungkin mulai dengan 50 ekor 100 ekor kita lihat perkembangannya karena buat saya ini menarik karena di situ bisa memperkerjakan bisa melibatkan masyarakat setempat juga berkolaborasi dengan UMKM dan tenaga kerja bisa kita serap untuk ini.
Kalau ini bisa cepat kami laksanakan dalam konsep yang mungkin tidak lebih besar dulu.
Karena ini buat kami kan satu bidang ini harus belajar, karena kalau satu bidang ini nggak ada lagi kan kami ada alasan untuk tetap stay dan mengeksplore sisi lain dari keunggulan-unggulan Gorontalo.
Tribun: berapa banyak investasi di gorontalo?
IR: kira-kira hitungan detail di kantor ada ya cuman kemarin kita kan sekarang kita kalau taruh kendaraan itu seperti kepala truk.
Ada yang per roda ada 16 dan 10. rata-rata itu truk itu sekitar Rp 1,3 miliar ya berarti kita sekarang
punya 30 di sini, terkecil kemudian juga investasi untuk pembangunan lebih kurang ya Rp 50-an (miliar) lah lebih kurang ini karena pembangunan dan lain-lain
Tribun: termasuk (projek) nanti yang akan dibangun?
IR: Belum karena kita belum perkirakan ke sana karena ini kan proses investasi ini berjalan bertahap.
Tribun: Ini investasi besar. Pertanyaan warga Gorontalo penggunaan warga Gorontalo menjadi pekerja bagaimana?
IR: Pertama gini proses rekrutmen itu berdasarkan kebutuhan dan kompetensi ya, kita sekarang ini yang kami butuhkan.
Masa pembangunan ini yang kami butuhkan welder, operator forklift, operator Kren, driver truck terbesar.
Jadi sekarang ini untuk pekerja sebagian besar semua orang lokal kemudian, operator kita driver kita 90 persen orang lokal.
Di sini lebih banyak kita prioritas lokal karena banyak pertimbangan kalau di lingkungan kita sekarang adalah orang lokal keamanannya sudah pasti lah. Kos kita rendah, tidak perlu kirim sopir dari mana-mana.
Ini beberapa kebijakan yang kami ambil, pasti akan memprioritaskan lokal, kembali ke kompetensi tadi.
Tribun: Apa harapan diresmikannya Hub Trans Kontinent di Gorontalo?
IR: Ini kami baru mulai jadi harapan kami ke depan yang pertama support dari pemerintah dan masyarakat. tanpa itu sekuat apapun kita nggak bisa. Tanpa centeng pemerintah, tidak bisa.
Dalam pembanguan, lima hal harus terlibat baik.
Pertama pemerintah sebagai katalisator, buat regulasi yang mendukung supaya enggak konflik, enggak konflik tingkat daerah enggak konflik ke pusat.
Kedua tentu peran dunia swasta. Ketiga masyarakat harus dilibatkan.
Keempat peran besar yaitu perguruan tinggi yang menghasilkan banyak riset.
Satu lagi kelima, peran media juga cukup besar karena media ini gak menyampaikan siapa yang tau.
Kita butuh media yang netral, produktif, kan banyak media yang biasa tapi relatif lah.
Jadi kolaborasi ke semua pihak ini harus kita lakukan.
Tribun : Apa nasehat terhadap anak muda yang ingin jadi pengusaha?
IR : Kalau saya, lakukan sesuatu yang anda sukai, anda cintai dengan konsisten. Jangan menyerah, keberhasilan kita tidak tau kapan.
Siapapun punya impian tinggi, asal tidak biasa. Maka dalam perusahaan saya, kita menuju ke spesialisasi. Bersaing dengan yang umum itu capek. Kalau bersaing yang khusus, kompetensi tambah naik, kompetitor makin kecil.
Kita melakukan melakukan apapun harus serius, harus fokus dan konsisten. Persoalan waktu saja. (Jefry)
| Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Prioritaskan Infrastruktur Pendukung UMKM hingga Penanganan Banjir |
|
|---|
| Basir Noho Beberkan Arah Besar Pendidikan Kabupaten Bone Bolango di Podcast TribunGorontalo.com |
|
|---|
| Gorontalo Bakal Punya Stadion Sepak Bola Level Internasional, Groundbreaking Direncanakan Tahun 2026 |
|
|---|
| Sultan Kalupe Kupas Strategi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gorontalo di Tribun Podcast |
|
|---|
| Zoonosis Virus Nipah Intai Indonesia, Karantina Gorontalo Terapkan Pengawasan Berlapis |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.