Berita Viral
Gegara Dihalangi Sopir Bus, Ambulans di Bekasi Viral Gagal Selamatkan Pasien Kritis
Ambulans ini gagal menyelamatkan pasien yang sedang kritis. Pasien kritis ini harus mendapatkan perawatan intensif secepat mungkin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hdjdnsjakabja.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Ambulans ini gagal menyelamatkan pasien yang sedang kritis.
Pasien kritis ini harus mendapatkan perawatan intensif secepat mungkin.
Namun, mobil ambulans ini gagal membawa pasien ini sehingga dirinya dapat ditolong.
Bukan tanpa sebab ambulans ini gagal menyelamatkan pasien yang kritis.
Tapi di depan mobil ambulans ada bus yang tidak segera menepi ketika mendengar suara mobil ambulans.
Alhasil, mobil ambulans terjebak dibelakang bus tersebut.
Baca juga: Diisukan Berpacaran dengan Dikta Wicaksono, Begini Tanggapan Prilly Latuconsina
Pilu pasien kritis meninggal gegara ambulans dihalangi sopir bus di Bekasi Timur.
Keluarga protes dan menganggap pasien meninggal karena keterlambatan ditangani.
Video dengan narasi bus menghalangi ambulans membawa pasien tak sadarkan diri di Bekasi, pasien akhirnya meninggal menjadi viral di media sosial.
Video tersebut dibagikan akun X (twitter) @Never pada Jum'at (16/11/2024).
"Ada request dari sopir ambulance dan keluarga Pasien. Tolong viralkan bus menghalangi ambulance di bulakkapal Bekasi timur dengan kondisi pasien tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal," tulis akun tersebut, dikutip TribunBengkulu.com Minggu (11/17/2024).
Unggahan tersebut lantas viral di media sosial dan telah dibagikan berulang kali di sejumlah platform media sosial.
Terlihat dalam video tersebut, mobil ambulans terlihat sedang membawa seorang pasien dalam kondisi tidak sadar dengan selang pernapasan.
Pasien tersebut dikatakan akan dirujuk ke RS Ananda Tambun Selatan, Bekasi.
Baca juga: Aris Alamsyah, Guru SD Lebak Banten Viral Gegara Nekat Terobos Langsor Demi Bisa Ngajar
Namun, sepertinya perjalanan ambulans tersebut terhadang oleh sebuah non ekonomi.