Festival Maleo Gorontalo
Kemeriahan Festival Maleo Gorontalo 2024, jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Pelestarian
Dengan ribuan pengunjung yang diharapkan hadir, Festival Maleo menjadi sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Bone Bolango.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Festival-Maleo-Gorontalo-2024-dimulai-sejak-Jumat-15-November-2024.jpg)
TRIBUNGORONTA.COM, Gorontalo -- Festival Maleo Gorontalo resmi dimulai sejak Jumat malam (15/11/2024) di Danau Perintis, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Ajang tahunan yang bertujuan mempromosikan pariwisata dan pelestarian burung Maleo diisi berbagai kegiatan menarik dan edukatif.
Festival ini menghadirkan berbagai lomba untuk semua kalangan, mulai dari lomba dayung di Danau Perintis, lomba foto pariwisata yang menonjolkan keindahan alam Gorontalo, hingga lomba mewarnai burung Maleo khusus anak-anak tingkat TK dan SD.
Lomba mewarnai ini bertujuan mengenalkan burung Maleo sebagai burung endemik yang menjadi ikon Gorontalo sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pelestarian satwa langka.
Tak hanya itu, pameran UMKM dan pameran foto turut meramaikan acara, memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka dan memperlihatkan pesona Gorontalo melalui lensa fotografi.
Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin, yang hadir membuka acara, menekankan pentingnya Festival Maleo sebagai motor penggerak perekonomian daerah.
Dalam pidatonya, Rudy menyebutkan bahwa festival ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas event ini agar menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Rudy.
Ia juga berharap Festival Maleo dapat menjadi salah satu event besar yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), seperti halnya Gorontalo Half Marathon yang sukses mengundang ribuan pengunjung dan mendongkrak tingkat hunian hotel di daerah.
Festival Maleo 2024 juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Maleo Sedunia.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko RI, yang turut hadir, berharap event ini dapat memperkuat citra burung Maleo sebagai simbol endemik Gorontalo.
“Event seperti ini memiliki daya tarik yang besar, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, festival ini menjadi peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang dan memperkenalkan produk-produk unggulan mereka,” ungkapnya.
Dengan ribuan pengunjung yang diharapkan hadir, Festival Maleo menjadi sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Bone Bolango.
Event ini diharapkan mampu menarik investor dan wisatawan untuk lebih mengenal potensi alam, budaya, dan produk lokal Gorontalo. (*)
| 21 Ribu Anak Burung Maleo Dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Gorontalo |
|
|---|
| Agenda Festival Maleo Gorontalo 2024 di Danau Perintis, Ada Pesta Seni, Edukasi Serta Konservasi |
|
|---|
| Upaya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Lestarikan Burung Maleo dan Lindungi Habitatnya |
|
|---|
| Bone Bolango Kembali jadi Pusat Festival Maleo Gorontalo, Target Masuk Event Nasional Kemenpar |
|
|---|