Kamis, 12 Maret 2026

Festival Maleo Gorontalo

Upaya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Lestarikan Burung Maleo dan Lindungi Habitatnya

Menurut Bagus, perlindungan kawasan hutan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan hidup burung maleo dan satwa lainnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Upaya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Lestarikan Burung Maleo dan Lindungi Habitatnya
TribunGorontalo.com
Burung maleo (Macrocephalon maleo) di kawasan konservasi Gorontalo(KOMPAS.com/IDHAM ALI) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Taman Nasional Bogani Nani Wartabone terus memperkuat langkah dalam melestarikan burung maleo yang semakin terancam, serta melindungi habitat alami mereka dari ancaman kerusakan.

Hal ini disampaikan oleh Bagus Tri Nugroho, Kepala SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Jumat (8/11/2024).

Menurut Bagus, perlindungan kawasan hutan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan hidup burung maleo dan satwa lainnya.

Kerusakan hutan akan berdampak langsung pada hilangnya habitat dan ekosistem yang penting bagi kelangsungan hidup maleo dan satwa endemik lainnya.

“Langkah utama kami adalah melindungi kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone agar tidak dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Tiga Sanctuary Maleo untuk Menjaga Habitat

Untuk menjaga populasi burung maleo, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone telah menetapkan tiga sanctuary atau kawasan perlindungan khusus di area taman nasional.

Sanctuary ini adalah Sanctuary Maleo Hungayono di Kabupaten Bone Bolango, Sanctuary Maleo Tambun di Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Sanctuary Maleo Muara Pusian di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Sanctuary ini dirancang di area yang menjadi tempat bertelur burung maleo, dengan memanfaatkan sumber panas alami dari bumi atau matahari yang sesuai dengan kebutuhan penetasan telur maleo.

Menurut Bagus, habitat alami burung maleo di pesisir Sulawesi kini semakin terancam oleh perkembangan pemukiman, perkebunan, dan lokasi wisata.

Lebih dari 90 persen lokasi peneluran alami di pantai sudah hilang. Kini, hanya beberapa tempat tersisa di Tanjung Binerean Bolsel, Luwuk Banggai, dan Bitung yang masih menjadi lokasi bertelur maleo.

Bak Penetasan Semi Alami untuk Melindungi Telur

Untuk melindungi telur maleo dari ancaman predator, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone juga membuat bak penetasan semi alami.

Telur-telur yang diletakkan oleh burung maleo di lubang-lubang peneluran diambil dan dipindahkan ke bak penetasan yang sudah dilengkapi kawat pelindung di atasnya.

Langkah ini diambil agar telur-telur tersebut aman hingga waktu menetas tiba.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved