Festival Maleo Gorontalo
Upaya Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Lestarikan Burung Maleo dan Lindungi Habitatnya
Menurut Bagus, perlindungan kawasan hutan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan hidup burung maleo dan satwa lainnya.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/23112022_Burung-Maleo.jpg)
“Setelah anak maleo menetas, kami memeriksa kondisinya. Jika sehat, mereka langsung dilepasliarkan ke hutan. Jika kondisinya kurang baik, kami tempatkan di kandang khusus untuk perlindungan dan pemulihan,” jelas Bagus.
Program penetasan ini sudah berjalan sejak 2001 dengan dukungan dari Wildlife Conservation Society (WCS), yang ikut memonitor sanctuary maleo setiap hari.
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone juga aktif mengajak masyarakat untuk peduli, tidak hanya pada burung maleo, tetapi juga terhadap lingkungan secara keseluruhan.
Bagus berharap kesadaran ini dapat mengurangi kerusakan hutan dan perburuan liar yang mengancam kelestarian burung maleo.
"Kami berharap masyarakat dan pemerintah bersama-sama mendukung program pelestarian ini, termasuk dalam pemulihan kawasan hutan yang rusak," tambah Bagus.
Menurutnya, kelestarian burung maleo adalah tanggung jawab bersama semua pihak yang peduli pada satwa dan lingkungan.(*)