Senin, 16 Maret 2026

Festival Maleo Gorontalo

Bone Bolango Kembali jadi Pusat Festival Maleo Gorontalo, Target Masuk Event Nasional Kemenpar

Festival Maleo Gorontalo ke-3 ini menjadi momen penting bagi Bone Bolango untuk menegaskan komitmen dalam konservasi dan menghidupkan pariwisata berba

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bone Bolango Kembali jadi Pusat Festival Maleo Gorontalo, Target Masuk  Event Nasional Kemenpar
BoneBol
Festival Maleo Gorontalo kembali digelar di Gorontalo pada pertengahan November 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suawawa -- Kabupaten Bone Bolango kembali menjadi pusat penyelenggaraan Festival Maleo Gorontalo yang memasuki tahun ketiga. 

Acara tahunan ini, yang digelar untuk memperingati Hari Maleo Sedunia di bulan November, bukan sekadar festival biasa.

Festival Maleo Gorontalo adalah langkah nyata untuk melestarikan burung Maleo, burung endemik Sulawesi yang terancam punah.

Lebih dari itu, Festival Maleo Gorontalo untuk mempromosikan pariwisata Bone Bolango ke tingkat nasional.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bone Bolango, Muhamad Yamin Abbas, menyatakan kebanggaannya bahwa Festival Maleo 2024 ini merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya.

Ia berharap Festival Maleo menjadi agenda tahunan Kharisma Event Nusantara (KEN), platform pariwisata nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Jadi ini yang ketiga kalinya," ujar Yamin.

"Kami berharap acara ini diakui sebagai agenda tahunan tetap di KEN. Karena jika sudah terlaksana tiga kali berturut-turut, Festival Maleo berpeluang besar untuk diakui oleh KEN," tambahnya. 

Festival tahun ini diselenggarakan berkat kolaborasi yang kuat antara Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Wildlife Conservation Society (WCS), Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Gorontalo.

Acara utama festival ini akan dipusatkan di Danau Perintis, lokasi yang indah dan alami yang sangat cocok menjadi panggung utama bagi rangkaian kegiatan yang bervariasi.

Sejumlah kegiatan ada lomba dayung, lomba desain menggambar dan mewarnai Maleo, hingga acara simposium yang akan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang.

Kepala Bidang Pariwisata, Yudiawan Maksum, yang juga merupakan PIC festival, menjelaskan bahwa acara ini lebih dari sekadar hiburan.

Di dalam workshop, akan dihadirkan para akademisi, pelaku industri pariwisata, dan organisasi non-pemerintah (NGO) dari Gorontalo serta narasumber dari Nimo Highland, Bandung.

Tujuan utamanya adalah untuk membangun pemahaman ilmiah tentang Maleo, serta mendiskusikan langkah konkret untuk pelestariannya.

“Dengan adanya workshop, kami ingin menghadirkan diskusi yang mendalam dan edukatif tentang Maleo, utamanya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pelestarian satwa endemik ini," kata Yudiawan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved