Penemuan Mayat
Kronologi Pembunuhan Wanita Hamil di Palembang, Motif Permasalahan Dipicu Masalah Motor
Zulkarnain (28 tahun) tersangka pembunuhan mengaku tega menggorok leher korban karena dipicu hal sepele. Tersangka tersinggung dengan kata-kata korban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penemuan-Mayat-Wanita-Hamil-ngngn.jpg)
Tak sampai disitu, usai korban terjatuh tersangka menarik leher korban menggunakan tali plastik.
"Setelah korban terjatuh tertelungkup tersangka menggunakan tali untuk menarik leher korban. Setelah itu tersangka meninggalkan jasad korban di bawah jalan setapak sampai akhirnya ditemukan warga ," katanya.
Ketika ditanya soal adanya pengaruh narkoba pada tersangka, Anwar mengaku tidak menemukan hal tersebut.
"Tidak ada kami temukan," katanya.
Tersangka dijerat pasal 76c jo Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati atau penjara selama seumur hidup atau 15 tahun penjara.
Sementara adik korban bernama Davi (16) mengungkapkan kakaknya dijemput oleh dua pria ari rumahnya, Sabtu (9/11/2024), sekitar pukul 22.00 WIB.
Dikatakan Davi, dia mengenal dua pria tersebut yakni Z yang disebut sebagai pelaku pembunuhan dalam kasus ini dan satu orang lagi berinisial M.
"Sekitar pukul 22.00, malam Minggu pak kedua pelaku datang, memanggil nama kakak Elsa di depan rumah," katanya saat ditemui di Jalan Panca Usaha Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I, Palembang.
Saat memanggil Elsa, lanjut Davi, kedua pelaku ini memberikan seakan mengajak kakak perempuannya itu menghisap narkoba.
"Sambil memanggil nama dan bertemu kakak, kedua pelaku ini berikan kode itu pak, mengajak ngisap," ungkapnya.
Ditambahkan Davi, sekitar pukul 15.00, Minggu (10/11/2024), dirinya pun baru mengetahui kakaknya meninggal dunia.
"Tahu dari tetangga pak. Yang mengabarkan bahwa kak Elsa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Baru saat itu kami ke lokasi dan Rs Bhayangkara," tutupnya sambil mengatakan pelaku harus dihukum dengan hukuman setimpal.
Diketahui, korban selama ini tinggal bersama dua adik dan seorang bibinya bernama Ridaryani (53). Sementara ibunya sudah lama meninggal dunia.
"Tiga beradik pak Elsa nih, korban anak pertama, dan dua orang lagi adiknya Laki-Laki," ungkap Ridaryani yang juga ditemui di rumah duka.
Lanjut Ridaryani, dirinya terkejut dan panik saat mendengar kabar Elsa meninggal dunia.
| Identitas Pria yang Ditemukan Meninggal di Lokasi Patung Berdoa Limboto Gorontalo |
|
|---|
| Keluarga dari Kahar Ismail, Mayat Yang Ditemukan di Muara Sungai Gorontalo Tolak Otopsi: Kami Ikhlas |
|
|---|
| Warga Temukan Mayat Laki-laki Dewasa di Muara Sungai Gorontalo, Kondisinya Memprihatinkan |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Gorontalo |
|
|---|
| 5 Fakta Seorang Petani di Gorontalo Tewas Diduga Diserang Sapi Peliharaanya |
|
|---|