Polisi Aniaya Nakes
Rahmat Duhe Polisi Terdakwa Penganiayaan Nakes, Rupanya Mantan Paskibraka Nasional Gorontalo 2016
Saat dicek TribunGorontalo.com, Rahmat Duhe rupanya pada 2016 mewakili Gorontalo sebagai Paskibraka Nasional bersama Febiola Rauf.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rahmat-Duhe__Paskibraka.jpg)
Kronologi Kasus
Sebelumnya, Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dianiaya seorang personel polisi.
Nakes bertubuh kekar bernama Taufik Nur itu tampak babak belur.
Wajahnya berdarah, serta tampak hidungnya seperti bengkok. Diduga ia mengalami patah tulang hidung.
Adapun penganiayaan ini terjadi di puskesmas tempat nakes itu bekerja, Jl Trans Sulawesi, Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Rabu (17/4/2024).
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Paguyaman Zulha J.A Pakai membenarkan kejadian pada Rabu (17/4/2024) malam itu.
“Iya benar ada penganiayaan terhadap nakes Paguyaman,” ungkapannya, Kamis (18/4/2024).
Kata Zulha, ia tak berada di lokasi saat kejadian itu. Namun dari informasi yang ia tahu, kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wita.
“Saat itu saya baru selesai salat Magrib. Lagi istirahat dan cek-cek HP, ternyata ada ribut-ribut terkait penganiayaan itu,” ungkapnya via telepon.
Zulha tidak mengenal dekat pelaku penganiayaan tersebut, namun ia membenarkan jika ia seorang polisi berinisial D alias Rahmat Dehu.
Sementara korban bernama Taufik Nur dan merupakan nakes Gizi.
Belum diketahui persis apa masalahnya, namun menurut Zulha gara-gara wanita.
Kapus yang sudah bertugas sejak 2021 di Puskesmas Paguyaman itu membeberkan jika masalah penganiayaan itu menyangkut wanita.
Sebagai pimpinan di puskes tersebut, Zulha tak terima dan melapor ke Polsek Paguyaman.
(*)