Rabu, 18 Maret 2026

Pemilihan Presiden Amerika

Donald Trump Kini Kembali Jadi Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Dulu Jadi Presiden Tahun 2017

Donald Trump kini kembali menjadi presiden ke-47 Amerika Serikat setelah sebelumnya dia juga pernah menduduki jabatan yang sama pada tahun 2017.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Donald Trump Kini Kembali Jadi Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Dulu Jadi Presiden Tahun 2017
Fox 2
FULL SENYUM - Calon Presiden dari Partai Republik klaim memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) mengalahkan Kamala Harris dari Partai Demokrat. 

Trump memilih Senator JD Vance, yang berusia 40 tahun sebagai pasangannya untuk melawan Partai Demokrat di ajang pemilihan Presiden Amerika tahun ini.

Keputusannya dipandang oleh beberapa kritikus sebagai kesalahan.

Terpidana Kasus Hukum

Trump merupakan presiden pertama dalam sejarah AS yang menjadi terpidana.

Kasus pidana yang diajukan oleh penasihat khusus Jack Smith terkait upaya Trump untuk menumbangkan pemilihan 2020 dan keputusannya untuk menimbun dokumen rahasia di kompleks Mar-a-Lago-nya, hampir pasti akan hilang begitu Trump menjabat. 

Di tempat lain, sebut saja Georgia, kasus pidana Trump telah lama tertunda.

Kasus di Georgia juga ada kaitannya dengan Pemilu AS 2020.

Muncul dugaan kasus itu akan dibekukan hingga setidaknya 2029, ketika Trump meninggalkan jabatannya pada usia 82 tahun.

Tapi, Trump mungkin masih menghadapi hukuman dalam kasusnya New York atas skema uang tutup mulut tahun 2016.

Komentar Analis Politik

Analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara turut buka suara atas terpilihnya Trump sebagai presiden.

Bishara mengatakan dengan kemenangan Trump, ditambah dengan kemungkinan mayoritas di Kongres, bisa mendatangkan "gempa bumi" dalam politik AS, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kita berbicara tentang seorang presiden Amerika Serikat, partainya menguasai Senat, dan ia memiliki hakim-hakim di Mahkamah Agung," ungkapnya.

"Orang ini, Donald Trump, akan mampu melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan presiden sejak perang dunia kedua" kata Bishara.

Terlebih, Trump dapat mendorong Ukraina untuk membuat konsesi kepada Rusia, guna mengakhiri perang dan mendorong peningkatan tarif dalam perdagangan global.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved