Pemilihan Presiden Amerika
Pemungutan Suara Pilpres AS Ditutup, Trump Pimpin Suara Terbanyak, Akankah Trump Pemenangnya?
Dari peta hasil hitung cepat, perolehan suara tertinggi saat ini dipegang oleh Trump dengan jumlah suara sebanyak 61.703.070 atau sekitar 51 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfgjtyjtedhsrthts.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemungutan suara Pemilihan Presiden Amerika saat ini mendekati waktu penutupan.
Dari peta hasil hitung cepat, perolehan suara tertinggi saat ini dipegang oleh Trump dengan jumlah suara sebanyak 61.703.070 atau sekitar 51 persen.
Sedangkan Kamala Harris mendapatkan jumlah perolehan suara sebanyak 57.509.074 suara atau 47,6 persen.
Namun, hasil tersebut belum hasil keseluruhan perhitungan suara dari 51 negara bagian Amerika Serikat.
Masih ada dua negara yang belum menyampaikan hasil perhitungannya yakni Alaska dan Nevada.
Kandidat Partai Republik Donald Trump unggul sementara dalam perolehan suara di Pemilihan Presiden Amerika Serikat mengungguli pesaingnya dari Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, setelah pemungutan suara di lebih dari 12 negara bagian dari total 50 negara bagian di AS resmi ditutup, Selasa 5 Oktober 2024.
Baca juga: Kamala Harris Sementara Raup Suara Tertinggi Pada Pilpres AS 2024, Apakah Ini Tanda Kemenangan?
Persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris dalam total perolehan suara di Pilpres AS di 50 negara bagian AS dan District of Columbia berlangsung ketat.
Hasil akhir dari total perolehan suara masing-masing capres memerlukan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, apalagi jika selisih kemenangan diantara keduanya tipis.
Untuk bisa ke Gedung Putih, seorang kandidat capres AS harus meraih suara mayoritas, yaitu 270 suara elektoral dari 538 anggota lembaga pemilihan di bawah sistem unik Amerika dalam memilih presidennya.
Mengutip Dallas News, Donald Trump dan Kamala Harris masing-masing mencatat kemenangan awal di negara bagian yang didominasi Partai Republik dan Demokrat.
Pemungutan suara di negara bagian Pennsylvania, Georgia, Michigan, Arizona, Wisconsin dan North Carolina, sudah resmi ditutup.
Negara-negara bagian tersebut merupakan enam dari tujuh daerah yang diperkirakan akan menentukan hasil pemilu AS.'
Baca juga: Kamala Harris atau Donald Trump? Ini Plus Minus Bagi Dunia Jika Mereka Terpilih Jadi Presiden AS
Namun hasil pemilu di sana masih terlalu dini untuk diumumkan.
Pemungutan suara berlanjut di Nevada dan negara-negara Barat lainnya pada Hari Pemilu, ketika puluhan juta warga Amerika menambahkan suara mereka ke 84 juta suara lebih awal ketika mereka memilih di antara kedua kandidat capres.
Donald Trump memenangkan perolehan suara di negara bagian Florida, yang pernah menjadi medan pertempuran yang telah banyak beralih ke Partai Republik dalam pemilu baru-baru ini.