Berita Kota Gorontalo
18 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Kota Gorontalo Diringkus Polisi, Rata-rata Anak di Bawah Umur
Tim Resmob Rajawali Polresta Gorontalo Kota berhasil mengamankan 18 terduga pelaku tindak pidana pengeroyokan.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Para-terduga-kasus-pengeroyokan-diamankan-di-Markas-Polresta-Gorontalo.jpg)
Pemuda tersebut terlihat marah, dan segera diikuti oleh beberapa pemuda lain yang turut mendekati pengemudi bentor, hingga terjadi tarik-menarik.
Akibat insiden ini, empat komunitas ojek online (ojol) Gorontalo menggelar demonstrasi di Polresta Gorontalo Kota, Sabtu (19/10/2024).
Sekitar ratusan driver ojol ini meminta komitmen kepolisian mengusut video viral terkait penganiayaan abang bentor Gorontalo beberapa waktu lalu.
Pantauan TribunGorontalo di lapangan menunjukkan, puluhan driver bentor tersebut berkumpul di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), sebelum bergerak menuju Polres Gorontalo Kota.
Mereka menuntut kepastian hukum terkait kasus pengeroyokan yang terjadi pada 1 Oktober 2024, namun baru ramai diperbincangkan setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial.
Setibanya di Polres, bentor-bentor para pengemudi itu diparkir di sisi jalan, sementara beberapa perwakilan komunitas masuk ke dalam kantor polisi untuk bertemu dengan pihak berwenang.
"Kami datang untuk menuntut keadilan bagi rekan kami," ungkap salah satu driver bentor yang enggan disebutkan namanya.
Setidaknya ada empat komunitas yang ikut serta dalam aksi tersebut, dan jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah.
"Ini baru sebagian kecil, kalau semua datang, jumlahnya bisa lebih banyak," ujar demonstran.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya