Berita Kota Gorontalo
18 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Kota Gorontalo Diringkus Polisi, Rata-rata Anak di Bawah Umur
Tim Resmob Rajawali Polresta Gorontalo Kota berhasil mengamankan 18 terduga pelaku tindak pidana pengeroyokan.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Para-terduga-kasus-pengeroyokan-diamankan-di-Markas-Polresta-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tim Resmob Rajawali Polresta Gorontalo Kota berhasil mengamankan 18 terduga pelaku tindak pidana pengeroyokan.
Rata-rata pelaku merupakan anak di bawah umur.
Adapun korban pengeroyokan adalah AH (21), warga Kelurahan Wongkaditi Timur, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.
Kasus pengeroyokan ini terjadi sekira pukul 00.30 Wita di kelurahan Biawu Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo pada Minggu (27/10/2024).
Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Ade Permana melalui Kasat Reskrim Kompol Leonardo Widharta, menjelaskan pihaknya baru mengamankan para terduga pelaku pada Rabu (30/10/2024) malam.
"Setelah diamankan, 18 orang ini langsung dibawa ke Polresta Gorontalo Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus ini," jelasnya.
Saat ini pihak Polresta Gorontalo Kota masih tahap penyelidikan.
Polisi tengah mendalami peran masing-masing remaja dalam kasus tersebut.
"Kami masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku dalam kejadian tersebut," ucapnya.
Baca juga: Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran Gedung di Markas Komando Polda Gorontalo
Viral Sopir Bentor Dikeroyok
Beberapa waktu lalu, kasus serupa pernah terjadi di Kota Gorontalo. Aksi pengeroyokan dialami sopir becak motor (bentor) sempat viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu, pria lanjut usia tampak dikeroyok sekelompok pemuda.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Vandi.
Ia memutuskan untuk mengunggah ulang karena kejadian serupa telah dialami banyak korban lainnya.
Dalam video itu, tampak seorang pengemudi bentor yang sedang parkir di depan sebuah toko roti di Kota Gorontalo tiba-tiba didatangi oleh seorang pemuda yang langsung melempar helm ke arahnya.
Pemuda tersebut terlihat marah, dan segera diikuti oleh beberapa pemuda lain yang turut mendekati pengemudi bentor, hingga terjadi tarik-menarik.
Akibat insiden ini, empat komunitas ojek online (ojol) Gorontalo menggelar demonstrasi di Polresta Gorontalo Kota, Sabtu (19/10/2024).
Sekitar ratusan driver ojol ini meminta komitmen kepolisian mengusut video viral terkait penganiayaan abang bentor Gorontalo beberapa waktu lalu.
Pantauan TribunGorontalo di lapangan menunjukkan, puluhan driver bentor tersebut berkumpul di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG), sebelum bergerak menuju Polres Gorontalo Kota.
Mereka menuntut kepastian hukum terkait kasus pengeroyokan yang terjadi pada 1 Oktober 2024, namun baru ramai diperbincangkan setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial.
Setibanya di Polres, bentor-bentor para pengemudi itu diparkir di sisi jalan, sementara beberapa perwakilan komunitas masuk ke dalam kantor polisi untuk bertemu dengan pihak berwenang.
"Kami datang untuk menuntut keadilan bagi rekan kami," ungkap salah satu driver bentor yang enggan disebutkan namanya.
Setidaknya ada empat komunitas yang ikut serta dalam aksi tersebut, dan jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah.
"Ini baru sebagian kecil, kalau semua datang, jumlahnya bisa lebih banyak," ujar demonstran.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.