Berita Kabupaten Gorontal
Megi Adrianto Jadi Mahasiswa Pertama Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang Lolos Jurnal Scopus Q1
Megi menjadi mahasiswa pertama UMG yang lolos publikasi di jurnal bereputasi internasional dengan rate Q1 (kualitas tertinggi).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Megi-Adrianto-Yoluut-23-lolos-dalam-publikasi-Jurnal-Scopus-Q1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Megi Adrianto Yoluut (23) lolos dalam publikasi Jurnal Scopus Q1.
Megi menjadi mahasiswa pertama UMG yang lolos publikasi di jurnal bereputasi internasional dengan rate Q1 (kualitas tertinggi).
Dengan pencapaian itu, Megi dibebaskan menyusun proposal hingga hasil.
"Sebenarnya dari awal saya sudah menyusun proposal dan hasil," ujar Megi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (29/10/2024).
Ia kemudian mendapat masukan dari dosen pembimbing untuk mengajukan judul baru di jurnal Scopus.
Pria kelahiran Ombuli 9 September 2001, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah ini sebelumnya tidak menyangka jika jurnalnya bisa tembus dan dipublikasi Jurnal Scopus dengan rate Q1.
"Setelah mendapat saran, saya tetap lanjutkan penelitian saya yang empat variabel dan membuat jurnal ke Scopus," tukasnya.
Tidak mudah, jurnal yang diajukan itu mengalami revisi sebanyak empat kali.
Sama halnya seperti senior-seniornya, lulus publikasi di Scopus bukanlah hal yang mudah.
"Sudah banyak yang coba, tapi ditolak saat mengajukan judul," imbuhnya.
Adapun judul yang diajukan tak mengalami perubahan. Pelitiannya berjudul "The Impact of Digital Devices on The Mental And Physical Health of Primary School Children: Systematic Review.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kadis PUPR dan Panitia Gorontalo Half Marathon Dipolisikan Peserta Lari
"Penelitian itu melihat sejauh mana pengaruh bermain game online terhadap anak-anak," terangnya.
Dari hasil penelitian itu, ia menemukan sejumlah dampak yang ditimbulkan akibat sering bermain game online.
"Dampak negatif misalnya kecemasan, sering berkata-kata kotor dan obesitas. Sementara dampak positifnya yaitu lebih luwes dalam berkomunikasi," jelasnya.
Metode penelitian yang ia gunakan adalah systematic review, dimana peneliti mengumpulkan data penelitian-penelitian terdahulu, kemudian mengidentifikasi, menginterpretasi, serta mengevaluasi hasil penelitian secara sistematis.