Banjir Bandang Gorontalo
5 Fakta Terbaru Bencana Banjir Bandang di Pesisir Bone Bolango Gorontalo, Warga Tuntut Ganti Rugi
Inilah sejumlah fakta terbaru terkait bencana banjir bandang di pesisir Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/10/2024).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Simak-fakta-fakta-terbaru-soal-bencana-banjir-bandang.jpg)
Kepala Desa Huangobotu, Sukardi Rahman, menyampaikan bahwa BNPB saat ini hanya mampu menyediakan nasi kotak untuk sementara waktu, karena dapur umum yang disiapkan belum dilengkapi dengan fasilitas memasak yang memadai.
“Saat ini dapur umum BNPB masih terbatas. Mereka hanya membagikan nasi kotak kepada korban banjir. Peralatan memasak yang lengkap belum tersedia, sehingga dapur umum belum dapat beroperasi sepenuhnya,” jelas Sukardi.
Namun, Sukardi juga mengungkapkan kabar baik bahwa bantuan yang lebih besar dan lengkap akan segera tiba.
Tim Tagana dijadwalkan datang pada esok hari dengan peralatan masak yang lebih lengkap.
“Besok, dapur umum dari Tagana akan datang dengan peralatan memasak yang lengkap. Kami harap mulai besok dapur umum bisa beroperasi penuh, sehingga kebutuhan pangan para korban dapat terpenuhi dengan lebih baik,” lanjut Sukardi.
Kehadiran dapur umum sangat dinantikan oleh warga, terutama karena sebagian besar rumah yang terdampak banjir belum bisa digunakan kembali secara normal.
Baca juga: Suami Ungkap Keganjilan Jadwal Pesawat SAM Air di Gorontalo, Harusnya Sri Meyke Male Batal Berangkat
Warga Alami Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Warga Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango, mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat banjir bandang.
Salah satu warga terdampak, Abdul Rahim Lasalusu, merincikan bahwa kerugian yang dialaminya berkisar antara Rp 50 - 60 juta.
Lebih lanjut, dia menjelaskan semua isi rumah rusak parah, baik perabotan rumah, dagangan bahkan satu sepeda motor miliknya dipenuhi lumpur.
"Banyak yang rusak, semua perabotan alat-alat di dalam rumah, tembok pagar, isi dagangan rusak, semuanya yang ada di dalam rumah rusak semua, termasuk motor juga," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Huangobotu Sukardi Rahman, mengharapkan pihak perusahaan yang melakukan aktivitas galian C di atas gunung bisa bertanggung jawab.
"Kami berharap, pihak perusahaan juga memperhatikan dampak ini, dan melakukan normalisasi sungai, dan jangan sampai ada banjir bandang lagi," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto/Arianto/Nur Ainsyah/Faisal)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya