Kamis, 12 Maret 2026

Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo

Suami Ungkap Keganjilan Jadwal Pesawat SAM Air di Gorontalo, Harusnya Sri Meyke Male Batal Berangkat

Fandy Ahmad, suami Sri Meyke Male mengungkapkan keganjilan pada jadwal pesawat SAM Air.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Suami Ungkap Keganjilan Jadwal Pesawat SAM Air di Gorontalo, Harusnya Sri Meyke Male Batal Berangkat
TribunGorontalo.com/Arianto
Fandy Ahmad, suami mendiang Sri Meyke Male korban kecelakaan pesawat SAM Air 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Fandy Ahmad, suami Sri Meyke Male mengungkapkan keganjilan pada jadwal pesawat SAM Air.

Menurut Fandy, sejatinya mendiang istrinya itu batal berangkat pada Minggu(20/10/2024).

Pihak SAM Air pun menjadwalkan penerbangan Meyke pada Kamis (24/10/2024).
  
"Sebenarnya penerbangan ini dibatalkan di hari Kamis karena spare part yang masih di Jakarta, saya dapat informasi dari agen SAM Air," ungkap Fandy kepada TribunGorontalo.com, Senin (21/10/2024).

Info perubahan jadwal itu pun diteruskan Fandy kepada sang istri, Sry Meyke Male. 

"Sekitar satu dua hari, tiba tiba dia (Sry Meyke Male) dapat tiket penerbangan di hari Minggu (20 Oktober 2024). Jadwalnya di hari Minggu dan Senin, istri saya ambil di hari Minggu," tukasnya.

Fandy lantas merasa heran. Sepengetahuannya, pihak SAM Air berdalih masih menunggu spare part masih di Jakarta. 

"Saya telepon dia, minta memastikan kembali jadwal penerbangan, jangan sampai di-cancel seperti yang hari Kamis. karena yang saya tahu sparepart belum ada," ucapnya.

Namun seperti diketahui, Meyke akhirnya berangkat sesuai jadwal ditentukan.

Hingga akhirnya Meyke gagal bertemu suaminya di Palu karena pesawat Sam Air jatuh di kawasan Bandara Panua Pohuwato.

Baca juga: Candaan Sri Meyke Male soal Jatuhnya Pesawat Tuan rumah Akan Jadi Orang Kaya

Kehilangan Belahan Jiwa

Fandy Ahmad, suami Sri Meyke Male hanya bisa duduk lesu menyaksikan prosesi pemakaman mendiang istrinya.
Fandy Ahmad, suami Sri Meyke Male hanya bisa duduk lesu menyaksikan prosesi pemakaman mendiang istrinya. (TribunGorontalo.com/Arianto)

Peristiwa nahas itu menyisakan luka mendalam bagi Fandy.

Ia mengaku sangat menyayangi istrinya tersebut.

"Dari semua, dia yang nomor satu, mau dari orang tua, saya pilih dia," ungkap Fandy.

Pria yang bekerja sebagai petugas PLN itu mengatakan istrinya selalu bersamanya.

"Kalau saya tugas di sini, tidak pernah pisah. Mau kemana, pergi pasar, sama-sama, mau nongkrong sama teman-teman saya, pasti ada dia," tandasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved