Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Suami Ungkap Keganjilan Jadwal Pesawat SAM Air di Gorontalo, Harusnya Sri Meyke Male Batal Berangkat
Fandy Ahmad, suami Sri Meyke Male mengungkapkan keganjilan pada jadwal pesawat SAM Air.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fandy-Ahmad-suami-mendiang-Sri-Meyke-Male.jpg)
Permintaan Terakhir
Fandy Ahmad, suami Sri Mayke Male mengungkapkan keinginan terakhir mendiang istri sebelum meninggal dunia.
Sri Meyke merupakan korban kecelakaan pesawat SAM Air di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada Minggu (21/10/2024) pagi.
Fandy menyebut sang istri sering mengatakan keinginannya untuk pulang.
"Tiap hari yang keluar dari mulutnya itu, pengen pulang, pengen pulang," ungkap Fandy kepada TribunGorontalo.com seusai prosesi pemakaman pada Senin (21/10/2024).
Namun keinginan sang istri itu harus tertunda karena menunggu ulang tahun anak.
Kata Fandy, Meyke sangat ingin pergi ke Palu, Sulawesi Tengah.
Diketahui Fandy adalah karyawan PLN di Palu.
Saat kejadian, Meyke menunggu kedatangan sang istri. Selama ini keduanya menjalin hubungan jarak jauh (LDR).
"Kita tiap hari kontak itu hampir tiap menit, selama ini kita berhubungan jarak jauh ini, video call ini tidak pernah putus," ujarnya.
Fandy tersentak ketika mendengar kabar istrinya jadi korban kecelakaan pesawat Sam Air di Pohuwato.
"Sekitar 09.02 Wita saya menunggu kedatangan istri, tiba tiba HP bunyi dari orang rumah kasih info pesawat jatuh," tuturnya.
Fandy sontak mengemas barang-barangnya dan bergegas menuju Pohuwato.
Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah duka di Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Diberitakan sebelumnya, pesawat SAM Air jatuh di dekat Bandara Panua, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Minggu (20/10/2024).