Rabu, 18 Maret 2026

Banjir Bandang Gorontalo

5 Fakta Terbaru Bencana Banjir Bandang di Pesisir Bone Bolango Gorontalo, Warga Tuntut Ganti Rugi

Inilah sejumlah fakta terbaru terkait bencana banjir bandang di pesisir Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/10/2024).

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 5 Fakta Terbaru Bencana Banjir Bandang di Pesisir Bone Bolango Gorontalo, Warga Tuntut Ganti Rugi
TribunGorontalo.com
Simak fakta-fakta terbaru soal bencana banjir bandang di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Inilah sejumlah fakta terbaru terkait bencana banjir bandang di pesisir Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/10/2024).

Bencana ini terjadi pada Senin (21/10/2024) malam.

Rumah-rumah warga di dua kecamatan terendam banjir akibat hujan deras.

Ribuan warga terdampak banjir bandang ini.

Berikut TribunGorontalo.com merangkum 5 fakta terbaru bencana banjir bandang di Kabupaten Bone Bolango:

1.039 Jiwa Jadi Korban

Kondisi rumah warga di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango Gorontalo. Foto/Dok BPBD Bone Bolango.
Kondisi rumah warga di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango Gorontalo. Foto/Dok BPBD Bone Bolango. (FOTO: Arianto Panambang/TribunGorontalo.com)

Banjir bandang melanda Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Senin malam (21/10/2024).

Akibatnya, sejumlah wilayah terendam air dan akses jalan di beberapa desa terputus, mengakibatkan 157 rumah terendam dan 1.039 jiwa terdampak, memaksa sebagian warga untuk mengungsi.

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bone Bolango pada Selasa (22/10/2024) menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Hal ini menyebabkan debit air naik, yang diperparah dengan luapan saluran air dan sedimentasi, serta material lumpur yang terbawa arus banjir.

Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Y. Babyonggo, menyampaikan bahwa air mulai meluap pada pukul 20.00 WITA, Senin malam, dan langsung menggenangi permukiman warga dengan arus yang sangat deras.

Pusdalops BPBD segera meneruskan informasi peringatan dini serta prakiraan cuaca kepada pihak terkait, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta kepada masyarakat.

"Proses evakuasi dan penyelamatan sudah dilakukan oleh gabungan instansi terkait. Kami juga fokus pada kelompok rentan untuk memastikan mereka mendapat pertolongan," ujar Achril.

Ia menambahkan bahwa upaya pendataan, pemantauan, serta bantuan darurat terus dilakukan oleh BPBD dan instansi terkait.

Warga Huangobotu Gorontalo Minta Pertanggungjawaban Pemilik Perusahaan Galian C 

Galian C di pegunungan Huangobotu, Bone Bolango, Gorontalo.
Galian C di pegunungan Huangobotu, Bone Bolango, Gorontalo. (TribunGorontalo.com)

Warga menuding biang kerok terjadinya banjir tersebut adalah aktivitas pertambangan perusahaan galian C di bawah naungan PT Rahmat Simpati Jaya.

Mewakili warga lainnya, Abdul Rahim Lasalusu, meminta pihak pertanggungjawaban pihak  pemilik perusahaan.

Menurutnya, tidak adanya pembuatan tanggul mengakibatkan permukiman warga menjadi korban.

"Kami meminta agar bertanggung jawab terhadap warga di sini, karena ini dari atas," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (22/10/2024). 

Abdul mengatakan puluhan warga sering menggelar demo dan meminta pihak perusahaan menormalisasi sungai dan pembuatan tanggul.

Hal itu dilakukan warga untuk mencegah terjadinya banjir bandang dan menghantam puluhan rumah warga.

"Apa yang kami khawatirkan selama ini terjadi juga, jadinya seperti ini, kemarin tanggul sudah mulai dibuat karena sudah sepakat, tapi normalisasi sungai mereka lupakan," terangnya

"Kami sudah kasih tahu berulang melalui pemerintah, namun tidak juga dilakukan normalisasi sungai," tambahnya

Kata Abdul. mereka setiap hari diliputi kekhawatiran.

"Kalau terjadi lagi banjir bandang susulan kami semua masyarakat di sini yang habis, kasihan kami, Pak," tuturnya.

Pernyataan normalisasi sungai ini, kata Abdul, tertulis dalam perjanjian antara PT Rahmat Simpati Jaya dengan masyarakat setempat.

"Bahkan di perjanjian itu, kita masyarakat tidak perlu susah payah memberi tahu, harus mereka sendiri yang sadar diri untuk menormalisasi sungai dan pembuatan tanggul," paparnya.

Dua Alat Berat Berjibaku Bersihkan Lumpur

Dua alat berat bersihkan lumpur yang mengeras pasca banjir di pesisir Bone Bolango, Gorontalo.
Dua alat berat bersihkan lumpur yang mengeras pasca banjir di pesisir Bone Bolango, Gorontalo. (FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com)

Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan sedimentasi dari banjir bandang di pesisir Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (22/10/2024).

Sebagai informasi, desa yang terdampak cukup parah adalah Desa Huangobotu.

Wilayah ini bahkan dikepung umpur tebal hingga menutupi area permukiman dan akses jalan.

Lumpur yang terbawa arus dari hulu sungai tersebut mengeras setelah air surut, membuat warga kesulitan beraktivitas.

Akses jalan utama dan area sekitar permukiman menjadi sangat licin dan sulit dilalui, sehingga upaya pembersihan membutuhkan bantuan alat berat.

Menanggapi kondisi ini, pemerintah daerah segera menurunkan ekskavator dan truk pengangkut untuk membersihkan jalan dan permukiman yang terdampak.

Sejak Selasa pagi, kendaraan-kendaraan berat ini sudah mulai bekerja, mengangkut material lumpur yang menumpuk agar akses jalan dan area hunian bisa kembali normal.

Selain pembersihan fisik, upaya tanggap darurat juga dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone Bolango, bersama dengan TNI dan Polri, yang terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Mereka juga memastikan bahwa distribusi bantuan logistik bagi warga yang terdampak banjir tetap berjalan lancar.

Meski kondisi cuaca dilaporkan mulai membaik, pemerintah setempat tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif di wilayah tersebut.

Warga Desa Huangobotu menyambut baik upaya pembersihan ini, berharap aktivitas mereka bisa segera kembali normal tanpa terganggu oleh sisa material banjir.

"Semoga cepat selesai agar kami bisa segera melanjutkan aktivitas seperti biasanya," ujar Yudha Enoch (26), salah satu warga setempat yang terdampak banjir.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: 1.039 Warga Bone Bolango Terdampak Banjir Bandang – Hutan Terancam

Dapur Umum Korban Banjir Belum Beroperasi Penuh

Dapur Umum BPBD rupanya tak dilengkapi alat masak lengkap.
Dapur Umum BPBD rupanya tak dilengkapi alat masak lengkap. (FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com)

Dapur umum untuk korban banjir di Desa Huangobotu, Kabupaten Bone Bolango, mulai disiapkan sejak Selasa (22/10/2024).

Namun, hingga kini, dapur umum tersebut belum bisa beroperasi secara penuh.

Kondisi ini memaksa para korban banjir masih mengandalkan bantuan nasi kotak yang dibagikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bone Bolango.

Keterbatasan peralatan masak menjadi penyebab utama belum optimalnya operasional dapur umum.

Kepala Desa Huangobotu, Sukardi Rahman, menyampaikan bahwa BNPB saat ini hanya mampu menyediakan nasi kotak untuk sementara waktu, karena dapur umum yang disiapkan belum dilengkapi dengan fasilitas memasak yang memadai.

“Saat ini dapur umum BNPB masih terbatas. Mereka hanya membagikan nasi kotak kepada korban banjir. Peralatan memasak yang lengkap belum tersedia, sehingga dapur umum belum dapat beroperasi sepenuhnya,” jelas Sukardi.

Namun, Sukardi juga mengungkapkan kabar baik bahwa bantuan yang lebih besar dan lengkap akan segera tiba.

Tim Tagana dijadwalkan datang pada esok hari dengan peralatan masak yang lebih lengkap.

“Besok, dapur umum dari Tagana akan datang dengan peralatan memasak yang lengkap. Kami harap mulai besok dapur umum bisa beroperasi penuh, sehingga kebutuhan pangan para korban dapat terpenuhi dengan lebih baik,” lanjut Sukardi.

Kehadiran dapur umum sangat dinantikan oleh warga, terutama karena sebagian besar rumah yang terdampak banjir belum bisa digunakan kembali secara normal.

Baca juga: Suami Ungkap Keganjilan Jadwal Pesawat SAM Air di Gorontalo, Harusnya Sri Meyke Male Batal Berangkat

Warga Alami Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Sejumlah personel BPBD Provinsi Gorontalo tengah membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Bone Bolango
Sejumlah personel BPBD Provinsi Gorontalo tengah membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Bone Bolango (TribunGorontalo.com/Herjianto)

Warga Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango, mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat banjir bandang.

Salah satu warga terdampak, Abdul Rahim Lasalusu, merincikan bahwa kerugian yang dialaminya berkisar antara Rp 50 - 60 juta.

Lebih lanjut, dia menjelaskan semua isi rumah rusak parah, baik perabotan rumah,  dagangan bahkan satu sepeda motor miliknya dipenuhi lumpur.

"Banyak yang rusak, semua perabotan alat-alat di dalam rumah, tembok pagar, isi dagangan rusak, semuanya yang ada di dalam rumah rusak semua, termasuk motor juga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Huangobotu Sukardi Rahman, mengharapkan pihak perusahaan yang melakukan aktivitas galian C di atas gunung bisa bertanggung jawab.

"Kami berharap, pihak perusahaan juga memperhatikan dampak ini, dan melakukan normalisasi sungai, dan jangan sampai ada banjir bandang lagi," tandasnya.


(TribunGorontalo.com/Herjianto/Arianto/Nur Ainsyah/Faisal)

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved