Banjir Bandang Gorontalo
5 Fakta Terbaru Bencana Banjir Bandang di Pesisir Bone Bolango Gorontalo, Warga Tuntut Ganti Rugi
Inilah sejumlah fakta terbaru terkait bencana banjir bandang di pesisir Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/10/2024).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Simak-fakta-fakta-terbaru-soal-bencana-banjir-bandang.jpg)
Warga menuding biang kerok terjadinya banjir tersebut adalah aktivitas pertambangan perusahaan galian C di bawah naungan PT Rahmat Simpati Jaya.
Mewakili warga lainnya, Abdul Rahim Lasalusu, meminta pihak pertanggungjawaban pihak pemilik perusahaan.
Menurutnya, tidak adanya pembuatan tanggul mengakibatkan permukiman warga menjadi korban.
"Kami meminta agar bertanggung jawab terhadap warga di sini, karena ini dari atas," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (22/10/2024).
Abdul mengatakan puluhan warga sering menggelar demo dan meminta pihak perusahaan menormalisasi sungai dan pembuatan tanggul.
Hal itu dilakukan warga untuk mencegah terjadinya banjir bandang dan menghantam puluhan rumah warga.
"Apa yang kami khawatirkan selama ini terjadi juga, jadinya seperti ini, kemarin tanggul sudah mulai dibuat karena sudah sepakat, tapi normalisasi sungai mereka lupakan," terangnya
"Kami sudah kasih tahu berulang melalui pemerintah, namun tidak juga dilakukan normalisasi sungai," tambahnya
Kata Abdul. mereka setiap hari diliputi kekhawatiran.
"Kalau terjadi lagi banjir bandang susulan kami semua masyarakat di sini yang habis, kasihan kami, Pak," tuturnya.
Pernyataan normalisasi sungai ini, kata Abdul, tertulis dalam perjanjian antara PT Rahmat Simpati Jaya dengan masyarakat setempat.
"Bahkan di perjanjian itu, kita masyarakat tidak perlu susah payah memberi tahu, harus mereka sendiri yang sadar diri untuk menormalisasi sungai dan pembuatan tanggul," paparnya.
Dua Alat Berat Berjibaku Bersihkan Lumpur
Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan sedimentasi dari banjir bandang di pesisir Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (22/10/2024).
Sebagai informasi, desa yang terdampak cukup parah adalah Desa Huangobotu.