Abang Bentor Dianiaya

Para Ojol Minta Penganiaya Abang Bentor Gorontalo Dihukum Berat

Sebelumnya, ia pernah bekerja di Sinar Mas Multifinance sebagai debt collector selama setahun tiga bulan. Kemudian ia memutuskan berhenti karena urusa

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Driver bentor saat datang ke Polres Gorontalo Kota untuk menuntut keadilan rekan kerja mereka yang diduga dianiaya, Sabtu (19/10/2024). 

Di Kota Gorontalo, Topan menyewa indekos di Jalan Dua Susun, Kota Gorontalo.

Sebelumnya, ia pernah bekerja di Sinar Mas Multifinance sebagai debt collector selama setahun tiga bulan. Kemudian ia memutuskan berhenti karena urusan keluarga di Boalemo.

"Saya berhenti karena ada urusan keluarga yang tidak kalah penting," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com pada Sabtu (17/8/2024).

Ia pun sering mengirim uang kepada orang tuanya.

Tapi setelah berhenti, Topan bekerja sebagai driver ojol untuk membiayai hidup.

"Saya belum mengirim uang karena pendapatan hanya cukup untuk biaya makan dan sewa kos," ujarnya.

Kata Topan pendapatannya per hari, paling tinggi Rp70-Rp80 ribu, dan paling rendah Rp30 ribu-Rp40 ribu.

"Jadi ojol ini kadang sepi kadang juga ramai tapi alhamdulillah ini sudah cukup," terangnya.

Topan merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara, meski ia anak paling bungsu bukan menjadi alasan dia harus mengharapkan uluran tangan dari kakak-kakaknya.

Topan menjadi driver Ojol ini hanya untuk sementara waktu sembari mencari lowongan pekerjaan lagi yang dibuka.

"Tujuan saya ke Kota Gorontalo itu sebenarnya ingin cari kerja, jadi saya jadi Ojol dulu untuk sementara waktu sambil cari-cari pekerjaan lagi," jelasnya.

Meski pendapatan sebagai driver ojol kecil, Topan tetap bersyukur bisa makan dan membiayai hidupnya.

Dirinya juga menceritakan kisah pilunya saat ia kehabisan uang, ia hanya datang ke beberapa orang yang sudah menjadi temannya di Kota Gorontalo untuk meminta makanan.

"Saya pernah kehabisan beras dengan acar saya datang ke teman saya untuk meminta makanan,"  ucapnya.

Topan merupakan pemuda sarjana Jurusan PPKN, Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Negeri Gorontalo angkatan 2016.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved