Berita Nasional
Siapa Sosok Herindra Kepala BIN Pengganti Budi Gunawan? Berikut Karier dan Harta Kekayaannya
Siapa Sosok Muhammad Herindra yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Muhammad-Herindra-88889.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Siapa Sosok Muhammad Herindra yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan?
Muhammad Herindra adalah Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra
Presiden RI Joko Widodo sudah mengirim surat kepada pimpinan DPR RI terkait pemberhentian Budi Gunawan dan pengangkatan Kepala BIN yang baru.
"Jadi sudah diusulkan satu nama dari Presiden Jokowi. Surpres (surat presiden) pergantian Kepala BIN atas nama Pak Herindra," kata Ketua DPR RI Puan Maharani usai Rapat Paripurna, Selasa (15/10/2024).
"Insya Allah akan dilaksanakan fit and proper-nya atau pertimbangan dari DPR-nya itu insya Allah besok pagi di DPR," kata dia.
Profil Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra
Muhammad Herindra adalan Letnan Jenderal TNI (Purn) yang lahir 30 November 1964 di Magelang, Jawa Tengah.
Pensiunan Jenderal TNI saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menhan Prabowo Subianto. Ia menjabat sejak 23 Desember 2020.
Herindra merupakan putera Herindra, Hudaya, seorang purnawirawan Letnan Kolonel yang bekerja di sebuah perusahaan pupuk.
Herindra menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Magelang.
Dia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMP Negeri 1 Magelang pada tahun 1980.
Kemudian pindah ke Jakarta, dan menyelesaikan pendidikan SMA di SMA 8 Jakarta pada tahun 1983.
Pendidikan Militer Muhammad Herindra
Setelah lulus dari SMA, Herindra masuk Akademi Militer pada tahun yang sama setelah lulus SMA, yakni 1983.
Ia ditugaskan sebagai Letnan Dua Infanteri setelah lulus dari akademi tersebut, pada tahun 1987.
Ia adalah penerima penghargaan Adhi Makayasa, suatu penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari setiap angkatan di akademi.
Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Herindra terpilih untuk bergabung dengan Kopassus, satuan pasukan khusus tentara Indonesia.
Dia menjalani pelatihan infanteri dan pasukan khusus sebelum bergabung dengan unit tersebut.
Dalam karirnya kemudian, ia juga menerima pendidikan militer lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dari tahun 1999 hingga 2000, dan Sekolah Staf Angkatan Bersenjata Malaysia pada tahun 2011
Herindra memperoleh gelar master di bidang intelijen dan hubungan internasional dari Universitas Salford pada tahun 1994, dan gelar master di bidang ilmu sosial dari Universitas Nasional Malaysia pada tahun 2011.
Karier Militer Muhammad Herindra
Lulus dari Akademi Mileter, Herindra memulai karirnya sebagai perwira muda untuk pelatihan dan organisasi di Kopassus.
Berbagai posisi komando dan non-komando yang disandangnya di Kopassus, termasuk tugas sebagai petugas informasi publik Kopassus pada tahun 2000.
Ia akhirnya mencapai pangkat Letnan Kolonel pada tahun 2001, dan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Kopassus ke-812, sebuah batalion pendukung Unit Khusus Penanggulangan Terorisme ke-81.
Herindra menjalani tugas militer pertamanya di luar Kopassus sebagai asisten senior intelijen di Kodam I/Bukit Barisan.
Kurang dari setahun kemudian, ia dipindahkan ke Bengkalis di Riau sebagai komandan distrik militer di kabupaten tersebut.
Herindra terlibat dalam pemberantasan pembalakan liar yang merajalela dan mengembalikan 27 ton kayu ilegal pada tahun 2005.
Ia ditugaskan kembali ke Akademi Militer pada tahun 2007, sebagai Wakil Komandan Korps Ttaruna.
Kurang dari setahun kemudian, pada tahun 2008, Herindra menjadi Asisten Intelijen Komandan Kopassus Pramono Edhie Wibowo.
Kemudian dirotasi ke Kodam Jaya pada tanggal 14 Mei 2009, untuk menduduki posisi yang sama.
Pada 29 Juli 2010, Herindra dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Intelijen.
Dia ditempatkan di Pusat Intelijen Angkatan Darat sebagai direktur penelitian dan pengembangan.
Setelah mendapat gelar master dari Universitas Nasional Malaysia pada tahun 2011, Herindra diangkat oleh Pramono Edhie Wibowo yang sudah lebih dulu menjadi KSAD sebagai koordinator staf pribadinya.
Herindra kembali ke jabatan teritorial pada tanggal 15 Juni 2012, sebagai Komandan Korem 101/Antasari yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan.
Selama bertugas di Kalimantan Selatan, Herindra membawahi perubahan di beberapa posisi penting di bidang militer.
Ia mengunjungi kabupaten-kabupaten di Kalimantan Selatan untuk memantapkan hubungan dengan pemerintah setempat.
Herindra juga menerima brevet kehormatan Bhayangkara Bahari Utama dari Ditpolair Polda Kalsel.
Pada 10 Juni 2013, Herindra diangkat menjadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Ia dilantik pada 8 Juli dan terus memegang jabatan ganda hingga 24 Juli.
Muhammad Herindra menikah dengan Eka Diyah Rusyati, seorang dokter gigi.
Pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Arief Akbar Herlambang.
Pernikahan Arief pada Desember 2022 dihadiri Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang bertindak sebagai saksi pernikahan.
Riwayat Pendidikan Muhammad Herindra
Pendidikan Umum Muhammad Herindra
SMPN 1 Magelang
SMAN 1 Magelang
SMAN 8 Jakarta (1983)
The Military College of Vermont-Norwich University USA
National Defense University USA
Pendidikan Militer Muhammad Herindra
Akmil (1987)
Sesarcabif
Dik Komando
Free Fall
Suslapa-I
Suslapa-II
Seskoad (2000)
Susdanyon
Susdandim
Seskogab Malaysia
Lemhannas
Riwayat Jabatan Muhammad Herindra
Muhammad Herindra sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional.
Pa Org Lat Sima Grup II
Danton di Grup 1/Para Komando
Dan Unit 2 di Grup 1/Para Komando
Dansubtim 1 di Sat 81/Gultor
Dan Tim 1 di Sat 81/Gultor
Danmen 62 Yon 32 di Grup 3/Sandhi Yudha
Pasi 2 Yon 2/1/Grup 2 Kopassus
Kepala Urusan Latihan Khussus Staf Operasi Kopassus
Perwira Pelatih Sat 81/Gultor
Danden Bannik Grup 5 Kopassus
Danyon 512 Sat 81/Gultor
Danyonban Sat 81/Gultor
Pabandya Pam Staf Intelijen Kodam I/Bukit Barisan
Dandim 0303/Bengkalis
Wadanmentar Akmil
Asintel Danjen Kopassus (2008)
Asintel Kasdam Jaya (2009)
Dirlitbang Pusintelad
Pamen Denma Mabesad (Dik Luar Negeri)
Koorspri Kasad
Danrem 101/Antasari (2012—2013)
Wadanjen Kopassus[27] (2013–2015)
Kasdam III/Siliwangi (2015)
Danjen Kopassus (2015—2016)[28]
Pangdam III/Siliwangi[29] (2016—2017)
Pa Sahli Tk. III Bidang Hubint Panglima TNI[30] (2017—2018)
Irjen TNI (2018—2020)
Kasum TNI (2020)
Wamenhan RI (2020—)
Harta Kekayaan Muhammad Herindra Rp 23,4 Miliar
Dalam data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan 5 April 2024, Herindra memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 23,4 miliar atau Rp 23.463.716.345.
Harta kekayaan terbesar yang dimiliki Herindra berupa tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp 16 miliar.
Ia tercatat memiliki 4 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Bogor. Selain itu, Herindra juga memiliki 1 unit mobil Toyota Alphard senilai Rp 661,5 juta.
Berikut rincian harta kekayaan Herindra berdasarkan data LHKPN:
A. Tanah dan Bangunan
1. Tanah seluas 330 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri sebesar Rp 4.100.315.658
2. Tanah dan Bangunan seluas 400 m2/350 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri sebesar Rp 5.945.123.800
3. Tanah dan Bangunan seluas 189 m2/110 m2 di Kab/Kota Jakarta Timur, hasil sendiri sebesar Rp 2.900.549.333
4. Tanah dan Bangunan seluas 948 m2/948 m2 di Kab/Kota Bogor, hasil sendiri sebesar Rp 3.075.000.000
B. Alat transportasi dan mesin
1. Mobil, Toyota Alphard SC 2.5L AT Tahun 2015, hasil sendiri sebesar Rp. 661.500.000
C. Harta bergerak lainnya Rp. 344.765.000
D. Surat berharga Rp.---
E. Kas dan setara kas Rp. 6.855.989.016
F. Harta lainnya Rp. 580.473.538
• Sub total Rp. 24.463.716.345
• Hutang sebesar Rp. 1.000.000.000
Dengan demikian, total harta kekayaan sebesar Rp 23,4 miliar atau Rp 23.463.716.345.
3 Tokoh Terlama Menjabat Kepala BIN
Ketiga Kepala BIN terlama tersebut adalah Jenderal TNI Yoga Soegomo, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dan Letnan Jenderal TNI Sudibyo.
Yoga menjabat Kepala BIN selama 15 tahun (Januari 1974 - 2 Juni 1989).
Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan Kepala BIN selama 8 tahun (9 September 2016 - 15 Oktober 2024)
Sementara ketiga adalah Letnan Jenderal TNI Sudibyo, 7 tahun jabat Kepala BIN (2 Juni 1989 - 15 April 1996).
Kepala BIN tersebut mermiliki rekam jejak beda - beda.
Namun ketiganya memiliki pengaruh besar di Indonesia maupun luar negeri.
Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan merupakan anggota Polri yang menjabat sebagai Kepala BIN sejak September 2016.
Sebelumnya, Budi menjabat sebagai Wakapolri yang mendampingi dua Kapolri, yakni Jenderal Polisi Badrodin Haiti dan Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Budi Gunawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1983 dan menjadi salah satu lulusan terbaik.
Ia kemudian pernah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus tahun 1986 juga dengan gelar lulusan terbaik.
Karier Budi Gunawan di kepolisian berawal ketika dia lulus dari Akpol tahun 1983 dan ditempatkan di PTIK Jakarta.
Setelahnya, Budi beberapa kali dipindahtugaskan ke sejumlah wilayah dengan jabatan yang berbeda, mulai dari Polda Lampung, Palembang, hingga Bogor.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Profil Herindra, Calon Kepala BIN Gantikan Budi Gunawan, Sudah Diusulkan Presiden Jokowi ke DPR RI
| DPR RI Sikapi Keras Kasus Siswa Dipukul hingga Meninggal oleh Anggota Brimob |
|
|---|
| Hasil Autopsi Bocah yang Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Dokter Temukan Pembengkakan Paru-paru |
|
|---|
| Seluruh Perhiasan Ludes 17 Jam Digeledah Bareskrim Buntut Kasus Tambang Ilegal |
|
|---|
| Komisi V Minta Pemerintah Hentikan Ekspansi Minimarket, Minta Kopdes yang Diutamakan |
|
|---|
| Bareskrim Buru Ko Erwin, Bandar Narkoba yang Diduga Setor Miliaran ke Eks Kapolres AKBP Didik |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.