Kamis, 5 Maret 2026

Berita Internasional

Aktivis Iklim Dipenjara Gara-gara Lempar Sup ke Lukisan Sunflowers Karya Van Gogh

Hukuman itu dijatuhkan setelah mereka melemparkan sup tomat ke lukisan ikonik Sunflowers karya Vincent Van Gogh di Galeri Nasional London pada Oktober

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Aktivis Iklim Dipenjara Gara-gara Lempar Sup ke Lukisan Sunflowers Karya Van Gogh
Henry Nicholls/AFP via Getty Images
Aktivis Just Stop Oil. Dari kiri, aktivis iklim Just Stop Oil Anna Holland dan Phoebe Plummer berpose di samping "Mona Lisa" karya Harley Weir pada sesi foto "You May Find Yourself" di Koppel X di London pada 2 Juni 2023. Baca selengkapnya di: https://www.miamiherald.com/news/nation-world/world/article293149844.html#storylink=cpy 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Dua aktivis iklim Inggris, Phoebe Plummer (23) dan Anna Holland (22), dijatuhi hukuman penjara pada Jumat (28/9/2024).

Hukuman itu dijatuhkan setelah mereka melemparkan sup tomat ke lukisan ikonik Sunflowers karya Vincent Van Gogh di Galeri Nasional London pada Oktober 2022.

Plummer dihukum dua tahun penjara, sementara Holland menerima hukuman 20 bulan setelah dinyatakan bersalah atas tindakan perusakan.

Aksi protes ini terjadi saat keduanya mengenakan kaos yang mendukung kelompok lingkungan Just Stop Oil.

Baca juga: Muak Dipojokan Google, Trump Tebar Ancaman jika Terpilih Presiden Amerika

Setelah melempar sup, mereka berlutut di depan lukisan tahun 1888 itu dan menempelkan tangan mereka ke dinding di bawahnya. 

Untungnya, lukisan karya pelukis Belanda yang dibuat di Arles, Prancis Selatan, ini tidak mengalami kerusakan karena dilindungi oleh kaca.

Namun, staf museum sempat khawatir bahwa sup tersebut dapat menetes melalui lapisan pelindung. Meskipun lukisan selamat, bingkai emasnya mengalami kerusakan senilai 10.000 poundsterling (sekitar Rp 200 juta).

Hakim Christopher Hehir, yang memimpin persidangan, menyatakan bahwa aksi tersebut bisa saja menyebabkan kerusakan serius atau bahkan penghancuran karya seni tersebut. 

"Kalian jelas berpikir bahwa keyakinan kalian memberi hak untuk melakukan kejahatan kapan pun kalian mau," kata Hehir kepada Plummer. "Namun, itu salah."

Baca juga: Iran Intervensi Pemilu Amerika dengan Situs Berita Palsu, Sasar Kampanye Donald Trump

Selama persidangan, Plummer menyatakan bahwa ia siap menerima hukuman dengan senyum.

"Yang diadili hari ini bukan hanya saya atau rekan saya, tetapi juga fondasi demokrasi itu sendiri," ujarnya.

Beberapa hari setelah divonis, Plummer kembali ditangkap karena melakukan aksi vandalisme di papan keberangkatan Bandara Heathrow dengan menyemprotkan cat.

Kelompok Just Stop Oil, yang didukung oleh kedua aktivis ini, dikenal dengan protes-protes mencolok untuk menuntut pemerintah Inggris menghentikan eksplorasi dan penggunaan minyak, gas, serta batu bara pada tahun 2030.

Baca juga: Aturan Baliho Kampanye Pilkada Gorontalo 2024, Wajib Dipatuhi Timses Cakada

Kelompok tersebut juga telah melakukan sejumlah aksi besar lainnya, termasuk saat aktivis mereka menempelkan diri pada lukisan The Hay Wain karya John Constable di Galeri Nasional pada Juli 2022.

Di luar gedung pengadilan, para pendukung Just Stop Oil berkumpul untuk menunjukkan solidaritas terhadap Plummer dan Holland.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved