PEMPROV GORONTALO

BPBD Provinsi Gorontalo Sebut Danau Limboto Dilewati Sesar

Sesar itu membentang dari Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara hingga hingga ke arah pelabuhan Gorontalo di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Goront

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Provinsi Gorontalo memiliki satu lempeng yang dinamakan sesar Gorontalo.

Sesar itu membentang dari Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara hingga hingga ke arah pelabuhan Gorontalo di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

"Jadi memang kalau kita lihat di peta ini, dari utara dan selatan itu ada lempeng," ujar Mohammad Nasaru, PIC WRS INATEWS BPBD Provinsi Gorontalo, Jumat (27/9/2024).

Sesar itu melewati Kabupaten Gorontalo dan membelah Danau Limboto menjadi dua bagian.

Peta RBI Sesar di Gorontalo. fff
Peta RBI Sesar di Gorontalo.

Adanya sesar itu kata Mohamad, menyebabkan Provinsi Gorontalo rawan terjadi gempa.

Di Kecamatan Kwandang, sesar Gorontalo berhadapan dengan lempeng Eurasia, yang bertemu dengan lempeng dari Australia di kawasan Sulawesi bagian Timur, Maluku dan Papua.

"Kalau di Kwandang, saat ini kita bisa lihat ada beberapa bangunan di Blok Plan Perkantoran Pemda, itu ada yang sudah mulai retak," ungkapnya.

Hal itu didasarkan pada sering terjadinya gempa di kawasan tersebut.

Sebelumnya Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Ferdi Adam mengungkapkan, adanya sesar Gorontalo menjadi potensi terjadinya likufiaksi.

"Sebetulnya Gorontalo ini rawan likufiaksi," ungkap Ferdi.

Ia menyebut ada kawasan yang masuk dalam zona merah yang rawan dan berpotensi terjadinya likufiaksi.

"Ada daerah-daerah yang zona merah tidak boleh dibangun bangunan melebihi satu lantai," tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bilamana terjadi gempa diatas Magnitudo 6, maka hal itu besa berpotensi.

Hal itu didasarkan pada kondisi geografis Gorontalo yang dilalui oleh patahan, yang membentang dari utara ke selatan. 

Meski begitu, Ferdi mengatakan patahan tersebut tidak aktif. 

"Hanya saja diperingatkan waspada dan siap siaga," pungkasnya. (Adv/*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved