PEMPROV GORONTALO
Tanpa Kupon dan Tanpa Batas, Pasar Murah Gorontalo Dipadati Warga hingga Dihadiri Wagub Idah
Program Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional yang digelar di Lapangan Padebuolo, Provinsi Gorontalo, ramai dipadati warga,
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
Ringkasan Berita:
- Gerakan Pangan Murah nasional di Kota Gorontalo dipadati warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
- Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan sayuran.
- Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Program Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional yang digelar di Lapangan Padebuolo, Provinsi Gorontalo, ramai dipadati warga, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Muljady Mario, Satgas Pangan, serta unsur Badan Pangan Nasional.
Pelaksanaan kegiatan juga terhubung secara virtual bersama Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.
Sejak kegiatan seremonial dimulai, masyarakat langsung memadati lapak-lapak penjualan bahan pangan.
Baca juga: Diduga Terima Rp1 Miliar dari Bandar Narkoba, Kapolres Bima Kota Dinonaktifkan
Berbagai komoditas dijual dengan harga eceran tertinggi (HET), bahkan sebagian berada di bawah harga pasar.
Sebanyak 13 agen distributor ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menyediakan beragam kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, rempah-rempah, bawang merah, bawang putih, tomat, cabai hingga sayuran segar.
Suasana di lokasi kegiatan terlihat ramai sejak pagi hari. Tidak hanya warga sekitar Kelurahan Padebuolo, masyarakat dari berbagai wilayah lain juga datang untuk berbelanja.
Transaksi dalam kegiatan ini dilakukan tanpa pembatasan jumlah pembelian dan tidak menggunakan sistem kupon, sehingga seluruh masyarakat dapat berbelanja langsung sesuai kebutuhan.
Salah satu warga, Dian Tulie, mengaku merasakan langsung manfaat perbedaan harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.
Baca juga: Horoskop Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Besok Sabtu 14 Februari 2026: Cinta, Karier, Kesehatan
Ia mencontohkan minyak goreng Minyakita yang biasanya dijual sekitar Rp20 ribuan, dalam kegiatan tersebut dapat diperoleh dengan harga Rp15 ribu per liter.
Menurut Dian, selisih harga tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang bulan Ramadan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Salmawati Zulia. Ia memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli gula, minyak goreng, serta tomat sebagai persiapan kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa.
Salmawati menilai harga yang ditawarkan lebih murah karena komoditas dijual langsung oleh distributor. Meski demikian, ia memahami pelaksanaan pasar murah biasanya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pemerintah daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-PANGAN-MURAH-Suasana-Gerakan-Pangan-Murah.jpg)