Human Interest Story
Cerita Cindradewi Tangahu Berjuang Demi Pulihkan Pendengaran Anak
Cindradewi, yang juga merupakan anggota Komunitas Forum Komunikasi Orang Tua Anak Hebat (Forkah), menceritakan perjalanan emosionalnya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-seorang-pria-menggunakan-alat-bantu-pendengaran.jpg)
Setelah empat tahun perjuangan finansial, pada tahun 2023, Cindra akhirnya berhasil melunasi biaya operasi.
“Kini Aisyah sudah bisa mendengar dengan normal berkat alat tersebut,” tuturnya dengan penuh syukur.
Cindradewi kini berjuang untuk memperjuangkan deteksi dini gangguan pendengaran di Gorontalo.
Ia mengkritik kurangnya fasilitas deteksi dini di puskesmas dan klinik-klinik serta kurangnya data yang akurat mengenai penyandang disabilitas tunarungu.
“Banyak penyandang tunarungu di Gorontalo yang tidak terdeteksi sejak dini. Pemerintah harus memperhatikan deteksi dini dan penyediaan alat yang lengkap,” tegasnya.
Menurut Cindra, meskipun alat bantu pendengaran sudah tersedia, tanpa terapi holistik seperti AVT (Auditory Verbal Therapy) dan terapi bicara, hasilnya tidak optimal.
“Perjuangan untuk memulihkan pendengaran anak tidak mudah. Teknologi saja tidak cukup tanpa dukungan terapi yang memadai,” tambahnya.
Cindradewi berharap agar ada peningkatan fasilitas dan layanan untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran di Gorontalo, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih produktif di masa depan. (*)
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
| Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor |
|
|---|
| Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia |
|
|---|
| Cerita Ismail Husin, Mahasiswa UNG Tekuni Dunia Jurnalistik |
|
|---|