Sabtu, 7 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Cindradewi Tangahu Berjuang Demi Pulihkan Pendengaran Anak

Cindradewi, yang juga merupakan anggota Komunitas Forum Komunikasi Orang Tua Anak Hebat (Forkah), menceritakan perjalanan emosionalnya.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cerita Cindradewi Tangahu Berjuang Demi Pulihkan Pendengaran Anak
freePIC
Ilustrasi seorang pria menggunakan alat bantu pendengaran. 

Setelah empat tahun perjuangan finansial, pada tahun 2023, Cindra akhirnya berhasil melunasi biaya operasi.

“Kini Aisyah sudah bisa mendengar dengan normal berkat alat tersebut,” tuturnya dengan penuh syukur.

Cindradewi kini berjuang untuk memperjuangkan deteksi dini gangguan pendengaran di Gorontalo.

Ia mengkritik kurangnya fasilitas deteksi dini di puskesmas dan klinik-klinik serta kurangnya data yang akurat mengenai penyandang disabilitas tunarungu.

“Banyak penyandang tunarungu di Gorontalo yang tidak terdeteksi sejak dini. Pemerintah harus memperhatikan deteksi dini dan penyediaan alat yang lengkap,” tegasnya.

Menurut Cindra, meskipun alat bantu pendengaran sudah tersedia, tanpa terapi holistik seperti AVT (Auditory Verbal Therapy) dan terapi bicara, hasilnya tidak optimal.

“Perjuangan untuk memulihkan pendengaran anak tidak mudah. Teknologi saja tidak cukup tanpa dukungan terapi yang memadai,” tambahnya.

Cindradewi berharap agar ada peningkatan fasilitas dan layanan untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran di Gorontalo, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih produktif di masa depan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved