Gorontalo Terkini
Harga Rempah di Pasar Tradisional Marisa Fluktuatif, Rica Melonjak Justru Bawang dan Tomat Turun
Salah satu yang paling mencolok adalah kenaikan harga cabai rawit yang melonjak drastis dari Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 87 ribu per kilogram.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pedagang-Rempah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO – Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, mengalami fluktuasi harga rempah-rempah yang cukup signifikan.
Salah satu yang paling mencolok adalah kenaikan harga cabai rawit yang melonjak drastis dari Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 87 ribu per kilogram.
Winda Astuti (25), seorang pedagang di Pasar Tradisional Marisa, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai rawit mulai terasa sejak akhir bulan Juli.
"Kenaikan harga cabai rawit ini disebabkan oleh kurangnya pasokan dan belum masuknya musim panen cabai. Akibatnya, terjadi lonjakan harga yang cukup tajam," ujarnya.
Di sisi lain, harga tomat, bawang merah, dan bawang putih justru mengalami penurunan drastis.
Tomat yang sebelumnya seharga Rp 40 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
Bawang merah yang sebelumnya seharga Rp 40 ribu per kilogram kini menjadi Rp 25 ribu per kilogram.
Bawang putih yang awalnya seharga Rp 30 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
Winda menjelaskan bahwa penurunan harga ini disebabkan oleh melimpahnya stok yang tersedia di pasar.
"Stok tomat, bawang merah, dan bawang putih sangat banyak, sehingga harganya menurun," tambahnya.
Di tempat yang sama, Sutia Monoarfa (40), salah satu pembeli, menyambut baik penurunan harga rempah-rempah ini.
"Saya senang harga bawang dan tomat turun, ini membantu sekali untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Namun, dia juga terkejut dengan kenaikan harga cabai rawit.
"Kenaikan harga cabai rawit sangat mengejutkan. Padahal, cabai adalah kebutuhan utama untuk bumbu masak sehari-hari," tuturnya.
Tanggapan serupa juga datang dari Rini Hasan (35), seorang ibu rumah tangga yang rutin berbelanja di Pasar Tradisional Marisa.
"Penurunan harga bawang dan tomat sangat membantu, terutama bagi kami yang sehari-hari memasak di rumah.
Tapi kenaikan harga cabai rawit ini sangat memberatkan, apalagi kami sering menggunakannya untuk sambal," tutupnya.
Kondisi fluktuatif harga rempah-rempah ini menjadi perhatian baik bagi pedagang maupun pembeli.
Di satu sisi, melimpahnya stok bawang dan tomat memberikan keringanan bagi konsumen, namun di sisi lain, kenaikan harga cabai rawit membawa dampak signifikan bagi mereka yang sering menggunakannya dalam masakan sehari-hari. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.