Kabar dari Boalemo
Hari Anak Nasional jadi Momentum Boalemo Gorontalo Gelar Pekan Imunisasi Nasional Polio
Polio adalah virus yang bisa menyebabkan kelumpuhan, namun penyakit ini sangat mudah dicegah dengan pemberian vaksin polio atau imunisasi sejak bayi.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-anak-divaksin-polio.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli menjadi momen tepat bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo, khususnya Dinas Kesehatan, untuk mengadakan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.
Kegiatan ini bertujuan memberikan imunisasi tambahan polio kepada anak-anak tanpa memandang status imunisasi lainnya.
Polio adalah virus yang bisa menyebabkan kelumpuhan, namun penyakit ini sangat mudah dicegah dengan pemberian vaksin polio atau imunisasi sejak bayi.
Baca juga: Rektor Eduart Wolok Pamer Kualitas Universitas Negeri Gorontalo ke Wakil Ketua DPR RI
Virus polio dapat menular melalui air dan makanan yang terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi.
Sutriyani Lumula, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, menjelaskan pentingnya pencegahan polio di daerah tersebut.
"Kasus polio memang tergolong penyakit yang jarang terjadi, tapi untuk mencegah hal ini terjadi di Kabupaten Boalemo, tentu kami harus segera mencegahnya terlebih dahulu," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com pada Selasa (23/7/2024).
Baca juga: Pria NTT Ditangkap usai Tiduri Putri Kandung Sendiri, Pelaku Sempat Diburu Warga Selama 3 Hari
Kegiatan PIN Polio ini akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh puskesmas se-Kabupaten Boalemo.
Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo menetapkan target imunisasi sebanyak 20.800 anak.
"Usia yang akan mendapatkan imunisasi ini adalah 0 hingga 7 tahun dengan total target sasaran 20.800 bayi dan anak-anak," jelas Sutriyani.
Baca juga: Cerita Ismail Nggue, 10 Tahun Tinggal di Desa Dungaliyo Gorontalo Perdana Rasakan Rumah Kebanjiran
Pencegahan ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 25 Juli 2024.
Sutriyani juga mengharapkan agar para orang tua dapat membawa anak-anak mereka ke posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi.
"Partisipasi dari orang tua sangatlah penting, karena kita tidak ingin terjadi kasus polio di Kabupaten Boalemo yang sangat sulit diobati jika sudah terinfeksi," tuturnya.
Sutriyani menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dalam upaya pencegahan virus polio.
"Mari kita bersama-sama ikut serta dalam pencegahan virus polio ini," pungkasnya.