Banjir di Kota Gorontalo
Banjir Belum Surut, Warga Gorontalo Bikin Perahu Rakit dari Batang Pohon Pisang sebagai Transportasi
Warga Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Gorontalo, berinisiatif membuat perahu rakit untuk alat transportasi saat banjir.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Gorontalo-naik-perahu-rakit.jpg)
"Saat air masih setinggi leher orang dewasa, yang paling kami utamakan itu adalah lansia dan anak-anak," ungkap Sadiq.
Selain anak muda, beberapa dari tim nongkrong ini juga merupakan pengemudi bentor.
Karena bentor mereka sudah mogok dan rusak terendam banjir, mereka beralih membantu orang dengan alat transportasi ini.
Baca juga: Sejarah Singkat Munculnya Tambang Emas di Suwawa Gorontalo
"Sebelum banjir, saya seorang pengemudi bentor, karena masih banjir dan bentor rusak, jadi bantu-bantu di sini dulu," ucap Jemi kepasa TribunGorontalo.com, pada waktu yang sama.
Meski begitu, pihak mereka menegaskan bahwa tidak ada pungutan atau tarif untuk menumpang di perahu rakit tersebut.
"Hanya saja, karena orang ingin memberikan ucapan terima kasih, mereka sering memberikan upah sekira Rp20 ribu hinga Rp50 ribu," ungkap Sadiq.
Saat ini, Sadiq menyampaikan bahwa, warga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah kota maupun daerah.
"Kamu berharap akan ada bantuan dari pemerintah kota dan daerah, utamanya dalam hal obat-obatan,"
"Karena kaki kami sudah banyak yang gatal-gatal, khawatirnya akan menimbulkan wabah baru seperti kolera," tandasnya. (*)