Banjir di Kota Gorontalo

Hujan Kembali Guyur Kota Gorontalo, Warga Kampung Bugis Siaga

Hujan kembali mengguyur Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo warga Kampung Bugis bersiap siaga menanggulangi potensi banjir,

Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Kondisi kawasan Jalan Puncur, bantaran muara sungai Bone, pasca hujan berintensitas sedang,  Rabu (3/7/2024)  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hujan kembali mengguyur Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo warga Kampung Bugis bersiap siaga menanggulangi potensi banjir, Rabu (3/7/2024).

Hujan mulai mengguyur Kota Gorontalo pada Rabu (3/7/2024), sekira pukul 15.00 Wita, dengan intensitas sedang lalu meningkat menjadi lebat.

Pantauan TribunGorontalo.com warga di Kawasan Kampung Bugis ( Kelurahan Bugis), Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo, telah siaga menghadapi potensi banjir.

Diketahui, Kampung Bugis merupakan salah satu daerah rawan banjir di Kota Gorontalo.

Tampak air telah menggenang di beberapa titik lokasi Kampung Bugis Rabu (3/7/2024) Sore.

Salah satunya di titik Jalan Banjar. Air telah menggenang sekira mata kaki.

"Hari ini, kalau di titik jalan Banjar ini, air menggenang karena curah hujan tinggi, bukan dari luapan air sungai," kata Gita (45), warga sekitar Jalan Banjar, Kampung Bugis kepada TribunGorontalo.com, Rabu (3/7/2024).

Tapi kemarin, sambung Gita, saat hujan mengguyur pada Rabu (26/6/2024) lalu, air luapan sungai masuk di Kawasan Jalan Banjar ini.

"Bahkan airnya masuk hingga ke teras rumah kami," kata Gita.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kawasan Jalan Puncur, Kampung Bugis.

"Untuk saat ini, sejak hujan turun pada sekitar pukul 15.00 Wita tadi, air hanya menggenang di halaman sebatas mata kaki, begitu pun di permukaan jalan," terang Amin Kaluku (58) Ketua RW setempat, Kepada TribunGorontalo.com pada waktu yang sama.

Rumah Amin tepat di samping bantaran muara sungai Bone.

Kata Amin, kalau curah hujan tinggi, maka air sungai akan meluap.

Untuk itu, setiap turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, warga sekitar bantaran pasti akan bersiap siaga menghadapi potensi banjir dating.

"Air meluap dari anak sungai, jadi kalau hujan semakin deras, air mulai mengucur dari anak sungai itu, maka saya akan memukul kentongan, sebagai tanda pemberitahuan siaga banjir," ucapnya. (*/Rafika)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved