Human Interest Story
Keteguhan Hati dan Kerja Keras Agum Tubuon yang Berbuah Manis
Menjadi Duta Bahasa Provinsi Gorontalo rupanya bukan suatu kebetulan. Melainkan, satu bukti hasil perjuangannya sejak duduk di bangku sekolah.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
Uniknya, Agum diterima karena sekretaris Yayasan Bina Taruna terkagum melihat satu karya video buatan Agum.
“Kala itu UNBITA masih merupakan Yayasan, Ibu Elis yang saat ini Rektor UNBITA adalah sekretarisnya. Ia melihat video itu dari kakak saya,” kata Agum.
Peran Humas di UNBITA menjadi pekerjaan yang Agum lakoni hingga saat ini.
Kesempatan mengemban amanah Humas UNBITA lantas membuat Agum bertemu dengan banyak orang, dari banyak instansi.
“Termasuk awal mula saya daftar ikut seleksi Duta Bahasa, ya lewat pintu ini,” ucap Agum.
Agum yang awalnya menjalankan tugasnya sebagai bagian humas, kala itu hanya melakukan tugas seorang humas seperti biasanya.
Ia melayani pihak luar yang bermaksud meminjam fasilitas kampus.
Akhirnya, Agum justru mendapat kesempatan untuk ikut seleksi Duta Bahasa.
Agum menjadi sosok inspiratif bagi kaum muda, untuk tidak berhenti berjuang mengejar impian.
Agum adalah inspirasi untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan berhenti berkarya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Agum-Tubuon-Duta-Bahasa-Provinsi-Gorontalo-2023.jpg)