Banjir Kabupaten Gorontalo
Breaking News: Banjir Terjang Desa Datahu Gorontalo, 19 Rumah Warga Terdampak
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Gorontalo memicu banjir bandang di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-bandang-menerjang-tiga-dusun-di-Desa-Datahu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Banjir akibat cuaca ekstrem merendam Dusun Lalunga, Balantaa, dan Topolo di Desa Datahu, Tibawa, dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa dan memutus akses jalan desa
- Sedikitnya 19 unit rumah warga terdampak langsung sejak Rabu (25/2) malam pukul 22.30 WITA
- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 28 Februari 2026, sehingga masyarakat Gorontalo diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan maupun tanah longsor
TRIBUNGORONTALO.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Gorontalo memicu banjir bandang di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo pada Rabu (25/2/2026) malam.
Sedikitnya 19 unit rumah warga dilaporkan terendam luapan air akibat curah hujan yang tak kunjung reda.
Laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) menyebutkan bahwa air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 22.30 WITA.
Petugas Pusdalops Provinsi Gorontalo, Anton, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini melanda area yang cukup luas di Desa Datahu, mencakup tiga dusun sekaligus.
"Ada laporan bencana di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa. Dampaknya menjangkau Dusun Lalunga, Balantaa, dan Topolo," ungkap Anton saat dikonfirmasi pada Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan data sementara, tercatat 19 rumah terdampak langsung. Saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan mendalam untuk memastikan jumlah Kepala Keluarga (KK) dan total jiwa yang terdampak.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Dokumentasi lapangan memperlihatkan:
Genangan mencapai betis orang dewasa di dalam rumah warga. Selain itu, badan jalan desa terendam total, menghambat mobilitas warga dan kendaraan yang melintas.
Baca juga: Rp74,5 Juta Dikucurkan Pemkab Gorontalo untuk Pasar Murah Hulawa, Tekan Inflasi Selama Ramadan
Menyikapi situasi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Gorontalo, Dinas PU, TNI, Polri, hingga aparat desa setempat langsung diterjunkan ke lokasi.
Langkah-langkah penanganan yang telah diambil meliputi:
- Peninjauan langsung titik-titik banjir terparah
- Koordinasi lintas sektor untuk percepatan evakuasi dan bantuan
- Pengerahan personel BPBD untuk memantau fluktuasi ketinggian air.
Peringatan Dini BMKG
Masyarakat Gorontalo diminta tidak lengah. BMKG Gorontalo telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk tiga hari ke depan (26–28 Februari 2026).
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi. Warga diimbau waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi susulan seperti banjir lanjutan maupun tanah longsor. (*)