Berita Nasional Terkini
Upacara HUT RI akan Digelar di IKN oleh Presiden Jokowi, Begini Kata Wakil Kepala BRIN
Presiden Jokowi ungkap akan menggelar Upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang di IKN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Kepala-Badan-Riset-dan-Inovasi-Nasional-BRIN-Laksamana-Madya-TNI.jpg)
Contohnya adalah perpindahan dari Philadelphia ke Washington DC. Washington DC sendiri dirancang oleh seorang arsitek Prancis.
“Di mana ketika itu semangatnya kenapa membuat ibu kota baru itu juga untuk menunjukkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme. Karena pada waktu Inggris menjajah Amerika Serikat pusatnya itu di Boston. Makanya disebut daerahnya itu kan Dominion New England atau England baru, Inggris baru. Artinya bagi orang Inggris wilayah Amerika itu merupakan wilayah Inggris yang baru. Amerika jajahan Inggris.” ungkapnya.
Setelahnya, terjadi pergerakan menuju kemerdekaan Amerika Serikat.
Pada tahun 1776, Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya, dan ibu kotanya tidak berada di Boston.
Baca juga: Cerita Robin Panigoro, Kayuh Sepeda Ontel Setiap Pagi demi Jualan Kue Tradisional Gorontalo
Philadelphia kemudian menjadi ibu kota sementara hingga pada tahun 1790, Keputusan Senat Amerika Serikat untuk mendirikan ibu kota baru diambil, dan lokasinya diputuskan berada di Washington DC.
Hingga saat ini, generasi muda Amerika Serikat melihat Washington DC sebagai pusat semangat kebangsaan yang selalu berkobar.
"Amerika itu 'kan merdeka 1776. Sama seperti Indonesia, Indonesia merdeka 1945. Setelah itu Amerika perang kemerdekaan selama 6 tahun sampai dengan 1783. Sama dengan Indonesia, Indonesia juga perang kemerdekaan dari 1945 sampai 1949. Nah, perang kemerdekaan Indonesia selesai tahun 1949, salah satunya karena kemenangan diplomasi di Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Amerika Serikat juga selesai perang kemerdekaan melalui Paris Treaty," paparnya.
Baca juga: Murid SD Belajar di Ruangan Bekas WC, Kepsek 2 Kali Lapor Dinas Pendidikan Tidak Ada Hasil
Menurut Prof. Amarulla, kemenangan diplomasi Amerika dalam Perjanjian Paris tahun 1783 memiliki kesamaan dengan Indonesia.
Pada saat Amerika memperoleh kedaulatan penuh yang dicapai pada tahun 1783, baru kemudian muncul gagasan untuk mendirikan ibu kota baru pada tahun 1790.
“10 tahun saja, jadi Washington DC dibangun pada waktu itu hanya 10 tahun. Tahun 1800 sudah ditempati. Jadi sama persis ketika itu presiden George Washington menyelenggarakan upacara di Washington DC,” ulasnya.
Dalam catatan sejarah, Jakarta sebelumnya dikenal sebagai Batavia.
Batavia adalah ibu kota pemerintahan Hindia-Belanda.
Kemudian, nama Jakarta diubah oleh Jepang menjadi Batavia, yang menjadi pusat pemerintahan pendudukan Bala Tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua.
Amarulla mengungkapkan bahwa jika ibu kota Indonesia tetap berada di Jakarta, sebagian orang Indonesia, terutama generasi senior, mungkin masih akan melihat pemerintahan saat ini sebagai kelanjutan dari pemerintahan Hindia-Belanda.
Hal ini disebabkan oleh penggunaan nama Batavia untuk Jakarta dan keberadaan istana presiden yang dulunya adalah istana Gubernur Jenderal Hindia-Belanda.