Berita Nasional Terkini
Upacara HUT RI akan Digelar di IKN oleh Presiden Jokowi, Begini Kata Wakil Kepala BRIN
Presiden Jokowi ungkap akan menggelar Upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang di IKN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Kepala-Badan-Riset-dan-Inovasi-Nasional-BRIN-Laksamana-Madya-TNI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024.
Dimana HUT RI tahun ini akan diadakan pada dua lokasi yang berbeda.
Pertama, upacara akan dilangsungkan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, yang akan dipimpin langsung oleh Presiden.
Kedua, Upacara di Istana Negara yang akan dipimpin oleh Wakil Presiden RI.
Baca juga: Apa Itu Sterno, Cairan yang Membakar Remaja Bali hingga Meninggal
Sementara itu, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pada tahun depan, perayaan 17 Agustus akan dilakukan hanya di IKN setelah Keputusan Presiden tentang perpindahan IKN telah dikeluarkan pada hari Selasa, 11 Juni 2024.
Rencana ini mendapat dukungan dari Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksamana Madya TNI (Purnawirawan) Prof. Amarulla Octavian, yang menganggap Upacara Kemerdekaan RI di IKN sebagai wujud dari nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme.
“Jadi apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara agar upacara 17 Agustus di IKN di Nusantara, itu mengandung nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai patriotisme,” ungkapnya kepada media di Jakarta, Kamis (13/6/2024) dikutip dari Tribunnews.com.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Rutin Cek Kelayakan Hewan Kurban
Prof. Amarulla sendiri sebagai Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), menuturkan, bayang-bayang kolonialisme di Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat seharusnya sudah selesai.
“Jadi, kalau saya pribadi apakah mau pindah ke Palangkaraya, Jonggol atau sekarang itu ke Nusantara, bagi saya sama saja. Yang penting itu bangsa Indonesia bisa menunjukkan kedaulatannya. Kita mampu membuat ibu kota baru sebagai simbol nasionalisme, simbol patriotisme,” ujarnya.
Peraih gelar Doktor (Strata-3/S3) Ilmu Sosiologi di Universitas Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa saat Bung Karno hendak memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, banyak cendekiawan yang meragukan langkah tersebut.
Mereka mengajukan pertanyaan tentang kekurangan sistem pemerintahan, undang-undang, serta syarat-syarat bernegara lainnya yang belum terpenuhi.
Baca juga: 3 Berita Populer Gorontalo 13 Juni 2024: Warga Gembira Penetapan Tersangka Korupsi
Namun, Bung Karno memberikan jawaban atas keraguan tersebut dengan mengatakan “Nanti saja, merdeka dulu baru kita urus belakangan”.
“Sama seperti sekarang dengan IKN, nilai-nilai nasionalisme itu harus lebih mengemuka. IKN yang baru adalah wujud semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia. Ini untuk generasi milenial dan generasi ke depan agar kebanggaannya sebagai bangsa Indonesia itu utuh. Tidak ada bayang-bayang kolonialisme pada masa lalu,” imbuhnya.
“Nah ini yang perlu diketahui oleh banyak kalangan terutama para milenial. Ini sejarah, sejarah kita sendiri. Agar para generasi muda ini punya kebanggaan nasional. Dengan ibu kota baru ini adalah National Pride,” lanjut dia.
Prof. Amarulla juga mengilustrasikan perpindahan ibu kota negara di beberapa negara maju lainnya, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.
Baca juga: Wajah-wajah Baru Anggota DPRD Bone Bolango Terpilih Pemilu 2024, Ini Daftar Lengkap Nama dan Suara