Singapore Airlines Tawarkan Kompensasi hingga Rp 339 Juta kepada Penumpang Korban Turbulensi
Dalam sebuah postingan di Facebook pada 11 Juni, maskapai nasional ini menyatakan bahwa bagi mereka yang mengalami cedera lebih serius, diundang untuk
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Infografis-turbulensi-oleh-Singapore-Airlines.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Singapore Airlines telah mengirimkan tawaran kompensasi kepada penumpang penerbangan SQ321 yang mengalami turbulensi beberapa waktu lalu.
Penumpang yang mengalami cedera ringan ditawarkan kompensasi sebesar Rp 135,34 juta (US$10.000).
Dalam sebuah postingan di Facebook pada 11 Juni, maskapai nasional ini menyatakan bahwa bagi mereka yang mengalami cedera lebih serius, diundang untuk membahas tawaran kompensasi yang sesuai dengan keadaan spesifik mereka.
Selain itu, Singapore Airlines menawarkan Rp 338,35 juta (US$25.000) sebagai pembayaran awal bagi penumpang yang mengalami cedera serius yang memerlukan perawatan medis jangka panjang dan membutuhkan bantuan keuangan.
Pembayaran ini akan memenuhi kebutuhan mendesak mereka dan menjadi bagian dari kompensasi akhir yang akan mereka terima.
Selain kompensasi, Singapore Airlines juga akan memberikan pengembalian penuh biaya tiket kepada semua penumpang di penerbangan tersebut.
Penerbangan SQ321 mengalami "turbulensi ekstrim mendadak" di atas Cekungan Irrawaddy di Myanmar pada 21 Mei saat pesawat Boeing 777-300ER itu dalam perjalanan menuju Singapura dari London.
Postingan FB resmi Singapore Airlines pada Selasa 11 Juni 2024. Postingan terlah diterjemahkan otomatis ke dalam bahasa Indonesia, Klik
Pilot segera mengumumkan keadaan darurat medis dan mendaratkan pesawat di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand.
Seorang penumpang asal Inggris, Geoffrey Kitchen (73), meninggal dunia karena diduga serangan jantung, sementara puluhan lainnya terluka.
Ada 211 penumpang dan 18 anggota kru di dalam pesawat, dan yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Samitivej Srinakarin, Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit, dan Rumah Sakit Bangkok untuk perawatan.
Pengembalian biaya tiket juga akan diberikan kepada penumpang yang tidak terluka.
Singapore Airlines menyatakan akan memberikan kompensasi keterlambatan sesuai dengan peraturan yang relevan di Uni Eropa atau Inggris.
Penumpang juga telah diberikan Rp 13,53 juta (S$1.000) masing-masing saat berangkat dari Bangkok untuk menutupi pengeluaran mendesak mereka.
Maskapai ini juga telah menanggung biaya medis bagi mereka yang terluka dan mengatur perjalanan bagi anggota keluarga dan orang terkasih ke Bangkok atas permintaan.
"Semua penumpang yang terkena dampak seharusnya sudah menerima tawaran kompensasi melalui e-mail, bersama dengan informasi tentang bagaimana mereka dapat melanjutkan klaim mereka," kata Singapore Airlines. (*)
| Pilot Kehilangan Nyawa saat Pesawat Kargo BBM Jatuh di Krayan, Ini Identitasnya |
|
|---|
| Kronologi Pesawat Smart Air Jatuh di Dekat Bandara Douw Papua Tengah |
|
|---|
| Identitas 2 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep-Maros, Ditemukan dalam Jurang Bulusaraung |
|
|---|
| AirNav Bungkam soal Komunikasi Terakhir Pilot Pesawat ATR 42-500 hingga Black Box dan CVR Ditemukan |
|
|---|
| Florencia Lolita Wibisono Meninggal Dunia, Sosok Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep |
|
|---|
