Lebaran Ketupat
150 Polantas Kota Gorontalo Dikerahkan, Lalu Lintas Hari Ketupat Dijaga Ketat
Lonjakan aktivitas warga saat perayaan Hari Ketupat di Kota Gorontalo berdampak langsung pada peningkatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POLANTAS-Seorang-anggota-polantas-Kota-Gorontalo-mengantur-lalu-lintas-Sabtu-28-Maret-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Perayaan Hari Ketupat memicu peningkatan arus kendaraan di sejumlah titik di Kota Gorontalo.
- Sebanyak 150 personel Satlantas dikerahkan untuk pengaturan dan rekayasa lalu lintas.
- Meski terjadi kepadatan, arus kendaraan masih terpantau lancar dan terkendali.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Lonjakan aktivitas warga saat perayaan Hari Ketupat di Kota Gorontalo berdampak langsung pada peningkatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan, Sabtu (28/3/2026).
Kondisi ini mendorong aparat kepolisian menyiapkan pengamanan khusus untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Sebanyak 150 personel dari Satuan Lalu Lintas Polresta Gorontalo Kota diterjunkan untuk mengatur pergerakan kendaraan di berbagai titik, termasuk kawasan Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara yang menjadi pusat keramaian masyarakat.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota, Agus Priono Adada, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pengaturan manual, tetapi juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan.
Baca juga: 5 Bansos Cair April 2026 Beserta Nominal dan Cara Cek Online
“Kami melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, termasuk membuat rekayasa di Jalan Rusli Datau,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, peningkatan volume kendaraan terlihat terutama di jalur menuju lokasi perayaan.
Kepadatan sempat terjadi di beberapa titik, meskipun tidak berlangsung lama dan tidak menyebabkan antrean panjang.
Sejumlah simpang menjadi fokus pengamanan, di antaranya Simpang Empat Jalan Barito dan Simpang Empat Jalan Membramo.
Kedua titik tersebut dipadati aktivitas warga karena adanya kegiatan panjat pinang.
Selain itu, kawasan Leato juga menjadi perhatian petugas lantaran terdapat kegiatan masyarakat berupa lomba perahu dayung.
“Untuk titik rawan kepadatan ada di Simpang Empat Jalan Barito, Simpang Empat Jalan Membramo, dan Leato,” kata Agus.
Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas lanjutan akan diberlakukan jika volume kendaraan terus meningkat.
Salah satu skenario yang disiapkan adalah pengalihan arus dari Jalan Rusli Datau ke Jalan Barito.
“Dari Jalan Rusli Datau akan dialihkan belok kiri ke Jalan Barito,” jelasnya.