Selasa, 24 Maret 2026

Viral Lokal

YL Bantah Aniaya Siswa di Kota Gorontalo, Akui Difitnah Korban 'Saya Terbukti Tidak Bersalah'

YL, pria yang dituding pelaku penganiayaan siswa di Kota Gorontalo membantah semua tuduhan keluarga korban.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto YL Bantah Aniaya Siswa di Kota Gorontalo, Akui Difitnah Korban 'Saya Terbukti Tidak Bersalah'
TribunGorontalo.com/Arianto
HY, pria yang dituding melakukan kekerasan terhadap siswa mengklarifikasi duduk persoalan. HY mengaku tak bersalah dan itu telah dibuktikan oleh pengadilan. 

HY menyebut anaknya trauma mendalam atas kejadian tersebut. Ia menjadi pendiam.

Wanita paruh baya itu lantas melaporkan pelaku ke Polres Gorontalo Kota.

Proses visum sudah diajukan sejak laporan itu tiba di telinga polisi.

Namun, HY merasa aneh karena hasil visum diambil oleh pihak kepolisian setelah sebulan diajukan proses visum.

"Saya tidak tahu alasannya apa. Tapi hasil visum keluar kata polisi tidak ada tanda-tanda kekerasan. Padahal jelas-jelas anak saya dianiaya, ada saksi matanya," ujarnya.

Keterangan Saksi

Saksi bernama Fahriansyah atau Rian, mengatakan dirinya melihat secara langsung anak kandung HY dianiaya oleh oknum Guru.

"Iya saya lihat dengan jelas, dia pukul di bagian perut, sampai itu anak pegang perutnya terus jatuh ke tanah," ungkapnya.

Pasal Dakwaan Diubah

Selain itu ibu Korban, HY mengatakan pelaku sempat dijerat pasal kekerasan dan perlindungan anak oleh Polres Gorontalo Kota.

"Tiba-tiba diubah sama polisi jadi Tipiring (Tindak Pidana Ringan). Akhirnya begitu sidang, pelaku bebas," ujarnya.

HY merasa tidak mendapatkan keadilan dari kasus yang menimpa anaknya. Menurutnya kasus kekerasan terhadap anak semestinya ditindak sesuai perlakuan pelaku.

"Saya hanya minta keadilan, masalah saya pe anak dia ada tendang pak, sampai masuk rumah sakit dan dirawat selama seminggu," tuturnya.

HY hanya meminta pihak kepolisian melakukan penyidikan kembali atas kasus tersebut, menurutnya keluarga mendapat kerugian atas kejadian tersebut.

"Anak saya sudah trauma begitu, masa dia bebas?" paparnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved